Seorang karyawati SPBU Jinglong Ponorogo mengenakan kebaya untuk memperingati Hari Kartini, Kamis (21/4/2016). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)
Kamis, 21 April 2016 16:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

HARI KARTINI
Berkebaya, Karyawati SPBU Ini Dapat Perlakuan Istimewa

Hari Kartini diperingati oleh karyawati SPBU Jinglong Ponorogo dengan mengenakan kebaya.

Solopos.com, PONOROGO – Nuansa berbeda ditampilkan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 54.634.08 Jinglong Ponorogo, Kamis (21/4/2016). Bertepatan dengan Hari Kartini, tiga karyawati yang bertugas mengisi bahan bakar di SPBU itu mengenakan kebaya dan baju batik.

Meski terlihat sedikit ribet, tetapi mereka tetap memberikan pelayanan secara maksimal kepada konsumen. Pengawas SPBU 54.634.08 Jinglong Ponorogo, Fredy Luhung Pramono, mengatakan pada peringatan Hari Kartini tahun 2016, karyawati di SPBU itu mengenakan kebaya dan batik.

Sedangkan untuk karyawan tetap mengenakan pakaian seragam resmi SPBU. Fredy menyampaikan karyawati di SPBU itu diberi keistimewaan khusus hari ini hanya bertugas mengisi bahan bakar di pos Pertalite dan Pertamax.

Sedangkan untuk karyawan ditugaskan di pos Premium dan Solar yang jumlah konsumennya lebih banyak dibandingkan Pertalite dan Pertamax.

“Ya biar mereka tidak capek, apalagi mengenakan pakaian kebaya itu kan cukup ribet,” terang dia saat ditemui Madiunpos.com di ruang kerjanya, Kamis.

Fredy menambahkan di Hari Kartini tersebut, seluruh karyawati juga diberi jam istirahat lebih banyak dibandingkan hari biasa. Menurut dia, jam istirahat karyawati bahkan tidak dibatasi dan untuk karyawan akan menggantikan tugas mereka saat masih istirahat.

“Meski diberi kelonggaran dalam istirahat, karyawati tersebut tetap disiplin dengan menggunakan waktu istirahat seperlunya. Dan ketika sudah selesai, mereka kembali lagi bekerja,” ujar dia.

Bagi dia, Hari Kartini merupakan hari yang sangat istimewa bagi kaum perempuan di seluruh Indonesia. Pemakaian kebaya dan batik itu merupakan wujud keikutsertaan SPBU dalam memeriahkan Hari Kartini.

Selain itu, hal yang ingin disampaikan dalam peringatan Hari Kartini itu adalah mendukung perjuangan Kartini dalam hal emansipasi wanita.

“Kartini itu kan salah satu pejuang emansipasi dan memulihkan martabat perempuan yang sebelumnya sangat didiskriminasikan,” kata Fredy.

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…