Pekerja India bekerja di teriknya sinar matahari (Reuters) Pekerja India bekerja di teriknya sinar matahari (Reuters)
Kamis, 21 April 2016 21:45 WIB Tutut Indrawati/JIBI/Solopos Internasional Share :

GELOMBANG PANAS
100 Orang Dilaporkan Tewas Kena Gelombang Panas India

Gelombang panas di India dilaporkan menyebabkan 100 orang tewas.

Solopos.com, NEW DELHI – Lebih dari 100 orang dilaporkan tewas menyusul gelombang panas di India. Sekolah-sekolah di Odisha dan Telangana tutup sejak pekan lalu.

Bulan “terpanas” di India biasanya terjadi pada Mei. Meski demikian sejumlah wilayah telah mencatatkan temperatur lebih dari 40 derajat Celsius.

Dilansir Reuters, Kamis (21/4/2016), pejabat pemerintah mengatakan muncul laporan 45 orang tewas di Telangana akibat gelombang panas, 17 kematian di Andhra Pradesh. Sementara di Odisha gelombang panas disebut menelan 43 korban jiwa.

Sementara dikutip dari abcnews.go.com, gelombang panas telah menewaskan lebih dari 160 orang. Pihak kepolisian melaporkan 55 orang di Orissa tewas akibat gelombang panas, sedikitnya 45 kematian di Andhra Pradesh dan 66 korban  tewas lainnya dilaporkan dari Telangana. Meski demikian Wakil Kepala Menteri Telangana, Mohammed Mahmood Ali, mengatakan kasus itu masih dalam penyelidikan.

Kepala Departeman Meteorologi India, Y.K. Reddy, mengatakan Telangana pada April 2016 mencatatkan suhu terpanas di wilayah itu sejak 2006. Ia mengkhawatirkan peningkatan jumlah korban. Pihaknya pun mengimbau warga untuk tetap berada dalam rumah.  Sekolah-sekolah di Telangana tutup sejak pekan lalu, dua pekan sebelum liburan musim panas datang.

Sementara pemerintah Odisha telah meminta pihak sekolah untuk tetap tutup setidaknya hingga 26 April mendatang.  Terpaan gelombang panas juga berdampak pada geliat ekonomi warga. “Saya menutup toko saya sebelum siang karena sangat panas. Anda tidak akan tahan berada di toko,” kata seorang pedagang sembako Tulu Sahu di Kota Bhubaneshwar, Odisha.

Sementara negara tetangga India, Pakistan yang  juga dilanda  gelombang panas tahun lalu, berencana membuka 500 pusat respons untuk menyediakan selter dan air pada warga India jika peringatan gelombang panas dikeluarkan. Sejauh ini belum muncul laporan kematian akibat gelombang panas. Gelombang panas di Pakistan menewaskan lebih dari 1.000 orang tahun lalu.

 

 

 

 

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…