Udji Kayang Aditya Supriyanto (Dok/JIBI/Solopos) Udji Kayang Aditya Supriyanto (Dok/JIBI/Solopos)
Kamis, 21 April 2016 02:30 WIB Kolom Share :

GAGASAN
Lokalisasi Kuliner Solo

Gagasan Solopos, Senin (18/4/2016), ditulis Udji Kayang Aditya Supriyanto. Penulis aktif di Komunitas Kampungnesia.

Solopos.com, SOLO — Menjelang Lebaran 2007, terbit buku berjudul 271 Tempat Makan di Jalur Pantura & Selatan Jawa. Sesuai judulnya, buku tersebut mengulas tempat makan lezat di sepanjang kawasan pantai utara dan selatan Pulau Jawa yang diseleksi lagi jadi 28 kota/kabupaten saja.

Buku setebal 112 halaman full colour itu diterbitkan dalam rangka menemani perjalanan pulang kampung. Siapa tahu para pemudik kelaparan dan perlu mampir untuk makan. Dengan buku ini mereka jadi tahu mana saja lokasi yang menyediakan santapan lezat.

Dari 28 kota terpilih, Solo salah satunya. Di kota ini ada 11 tempat makan yang direkomendasikan buku tersebut, yakni Gule Goreng & Sate Buntel Pak Samin, Soto Sawah Bu Harso, Bale Padi Resto, Roemahkoe, Resto Ramayana, Surabi Notosuman,  Timlo Sastro, Nasi Liwet Yu Sani, Warung Bestik Haryo, Warung Wiryo, dan Tengkleng (ejaan baku dalam bahasa Jawa; thengkleng) Bu Edi Pasar Klewer.

Empat tempat makan yang disebut pertama dilengkapi narasi dan beberapa ilustrasi, sedangkan yang lain diberi keterangan secukupnya. Tempat-tempat makan di Solo yang direkomendasikan tersebut tersebar di banyak lokasi. Ada yang berlokasik di Klodran (Karanganyar), Baki (Sukoharjo, Laweyan, Pasar Klewer (keduanya di Solo), bahkan Solo Baru (Sukoharjo).

Masing-masing memiliki menu andalan, ciri khas, dan tak lupa: lokalitas. Setiap kali kita sebut ”Soto Sawah” sudah barang tentu merujuk warung sederhana di kawasan Klodran, Colomadu, Karanganyar, tak mungkin di Solo Baru atau Laweyan. Kuliner tak bisa disamakan dengan minimarket yang bisa buka di mana saja.

Biasanya setiap tempat makan membuka cabang, pelanggan sering mengeluhkan perihal rasa yang tak seenak aslinya. Satu tempat makan mesti “mapan” di satu lokasi. Itu sudah pakem. Pemerintah Kota (Pemkot) Solo tidak senang dengan kuliner yang berpencar lokasinya tersebut.

Pemkot Solo kemudian mengumpulkan kuliner Solo ke satu lokasi, Benteng Vanstenburg, 7-10 April lalu. Solo Indonesia Cullinary Festival (SICF), demikian acara itu bertajuk. Solo memang betul-betul kota festival. Apa saja bisa difestivalkan: batik, wayang bocah, jenang, payung, termasuk kuliner.

Dengan difestivalkan, artinya kuliner bukan sekadar urusan perut. Kuliner seakan membawa identitas dan mentalitas kota. Kuliner mulai disasar Pemkot Solo sebagai citranya. Kita sama-sama tahu kota ini berlimpah label. Sebut saja kota batik, kota budaya, kota ramah anak, kota inklusif, sampai yang berbahasa asing seperti heritage city dan Spirit of Java.

Solo kota kuliner menyusul setelah, konon, kota ini didaulat sebagai destinasi utama kuliner di Indonesia bersama Bandung. Mari kita bandingkan, warga kita lebih sering jajan apa? Serabi, sate kere, puthu, ampyang, atau siomay, batagor, cimol, cireng?

Sebagai contoh, di Lapangan Karangasem tiap sore berlimpahan jajanan murah. Di sana ada bakwan malang, pempek palembang, serta cimol, cilur, cakue, dan batagor bandung. Tak ada kuliner tradisional Solo. Jajanan Solo baru hadir dalam acara formal. Arem-arem, semar mendem, lemper, dan jajanan pasar lainnya lazim disantap di acara pengajian bapak-bapak, arisan ibu-ibu PKK, atau rapat karang taruna.

Kita maklum bila Bandung jadi destinasi kuliner. Selain kaya ragamnya, kuliner Bandung juga merakyat. Berbeda dengan Solo yang kaya ragam kuliner, namun belum merakyat. [Baca selanjutnya: Kuliner Kaki Lima]

lowongan pekerjaan
Accounting, Adminidtrasi, Designer Graphis, Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL DP Murah, Angsuran Ringan! Nego sampai OKE! Yuni – 08562998806 (A00844092017) Terios…
  • LOWONGAN CARI PTIMER 2-4 Jam/Hari Sbg Konsltn&SPV Bid.Kshtn All Bckgrnd Smua Jursn.Hub:0811.26…
  • RUMAH DIJUAL Jual TNH&BGN HM 200m2,LD:8m,Strategis,Makamhaji,H:08179455608 (A00280092017) RMH STRG…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Sekolah Pagesangan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (22/9/2017). Esai ini karya Nur Fatah Abidin, mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Sejarah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah ikbenfatah@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Minggu pagi (17/9) lalu Rumah Banjarsari di kawasan Monumen ’45 Banjarsari, Kota…