Ilustrasi pengisian elpiji 3 kg di depo Pertamina (Paulus Tandi Bone/JIBI/Bisnis) Ilustrasi pengisian elpiji 3 kg di depo Pertamina (Paulus Tandi Bone/JIBI/Bisnis)
Kamis, 21 April 2016 18:40 WIB Asiska Riviyastuti/JIBI/Solopos Ekonomi Share :

ELPIJI 3 KG
Soloraya Ditambah Alokasi 200%

Elpiji 3 kg, Pertamina menambah alokasi harian elpiji 3 kg di wilayah Soloraya sebanyak 200 persen.

Solopos.com, SOLO–Alokasi harian elpiji 3 kilogram (kg) di Soloraya pada bulan ini ditambah 200% untuk mengantisipasi lonjakan permintaan masyarakat. Penambahan tersebut disalurkan secara bertahap selama satu bulan.

Kepala Bidang (Kabid) Elpiji 3 Kg Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Soloraya, Augustinus Adhitya P., mengatakan penambahan tersebut disesuaikan dengan kenaikan kebutuhan di lapangan dan menjaga keamanan pasokan. Diharapkan melalui penambahan alokasi tersebut tidak ada kelangkaan pasokan elpiji 3 kg di pasar.

“Sejauh ini pasokan aman tapi Pertamina bulan ini menambah alokasi harian sebanyak 200% untuk mengantisipasi kelangkaan,” ungkap Adhit kepada Solopos.com, Kamis (21/4/2016).

Wakil Ketua Hiswana Migas Soloraya, Budi Prasetyo, penambahan alokasi ini terus dilakukan hingga Lebaran. Dia mengatakan secara umum, penambahan alokasi ini sekitar 8% dari total alokasi bulanan. Namun menjelang Lebaran, biasanya penambahan alokasi elpiji 3 kg bisa mencapai 12%. Hal tersebut dilakukan supaya tidak ada gejolak akibat tipisnya pasokan elpiji 3 kg.

Sementara itu, pada Rabu (20/4/2016), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Solo melakukan inspeksi mendadak (sidak) pasokan dan harga elpiji 3kg. Kepala Seksi (Kasi) Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Solo, Teguh Puji Harjanto, mengatakan tim gabungan bersama Satpol PP, Kepolisian, dan perwakilan dari kecamatan dilakukan supaya harga elpiji tetap stabil dan pasokan tetap aman. Sidak tersebut dilakukan ke agen dan pangkalan.

“Kami ingin memastikan pasokan dan harga elpiji 3 kg tetap wajar, yakni HET [harga eceran tertingi] Rp15.500/tabung. Antisipasi dilakukan supaya harga ke masyarakat tidak tinggi, seperti Rp19.000-Rp20.000 di tingkat pengecer,” kata dia.

Dia mengatakan pemkot tidak bisa intervensi apabila pengecer menjual dengan harga tinggi karena jalur distribusi resmi hanya sampai di tingkat pangkalan. Oleh karena itu, yang bisa dilakukan adalah mengimbau supaya tidak menjual dengan harga tinggi.

Menurut dia, berdasarkan pertemuan dengan Pertamina, Hiswana Migas Soloraya dan 11 agen di Solo, pasokan elpiji 3 kg ditambah 8%-13% supaya tidak ada kelangkaan seperti tahun lalu. Berdasarkan data yang dimiliki Disperindag, elpiji 3 kg tersebut sebanyak 40% dikonsumsi rumah tangga, 30% digunakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta 20% untuk penyecer.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…