Salah seorang mahasiswa asal Maluku memperlihatkan Papeda dan Ikan Kuah Air Garam makanan khasnya dalam acara Icip-icip IICF, Rabu (20/4). Salah seorang mahasiswa asal Maluku memperlihatkan Papeda dan Ikan Kuah Air Garam makanan khasnya dalam acara Icip-icip IICF, Rabu (20/4).
Kamis, 21 April 2016 09:50 WIB Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

AGENDA SALATIGA
Icip-icip Ala Mahasiswa UKSW

Agenda Salatiga, yakni IICF UKSW 2016, salah satu acaranya menampilkan kuliner dari berbagai daerah.

Solopos.com, SALATIGA – Saat berada jauh dari kampung halaman, kita seringkali menemukan makanan khas daerah asal di kota perantauan. Makanan daerah asal itu acapkali menjadi pengobat rindu kampung halaman.

Hal seperti itulah yang dirasa oleh puluhan mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga saat menghadiri acara Icip-icip dalam Indonesia Internasional Culture Festival (IICF) 2016 di lapangan basket UKSW, Salatiga, Rabu (20/4/2016) siang.

Dalam acara ini, berbagai masakan tradisional dari berbagai daerah di Tanah Air, seperti papeda yang disajikan lengkap dengan ikan masak kuah air garam khas Maluku, maupun jagung titi dan jagung bose khas Nusa Tenggara Timur, tersaji. Makanan-makanan ini pun seakan menjadi pengobat rindu para mahasiswa UKSW yang kebanyakan berasal dari luar Pulau Jawa.

Seperti yang dialami oleh salah seorang mahasiswa UKSW Fakultas Teknologi Informasi (TI) asal Maluku, Sefthy. Mahasiswa yang mengaku sudah tidak pulang kampung sejak tiga tahun silam itu mengaku senang bisa kembali merasakan makanan khas daerahnya dalam acara Icip-icip.

“Ini makanan sehari-hari kami kalau di Maluku, sudah lama juga tidak makan masakan seperti ini. Bikin ingat keluarga di rumah,” tutur Sefthy sambil menikmati papeda yang disajikan di atas sempe atau piring yang terbuat dari tanah liat.

Sama halnya dengan Sefthy, Wehelmina Theresia, mahasiswi yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Timor (Ikmasti) juga menyatakan kerinduan akan kampung halaman. Namun, kerinduain itu sedikit terobati saat dirinya menyantap makanan khas kampung halamannya, jagung titi dan jagung bose.

Kurang dari satu jam

Ragam makanan dari berbagai etnis yang dipamerkan dalam acara Icip-icip seluruhnya disajikan secara gratis pada para pengunjung. Praktis, hal itu pun membuat stand-stand makanan yang tertata rapi di lapangan Basket UKSW itu pun diserbu pengunjung. Bahkan, kurang dari satu jam seluruh makanan yang disajikan sudah ludes diserbu pengunjung.

Selain makanan dari Maluku dan Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam acara Icip-icip ini juga disajikan beragam masakan dari 17 etnis lainnya yang ada di UKSW, seperti Jawa, Sumba, Talaud, Sulut, Toraja, Pinaesaan, Batak Simalungun, Palembang, Batak Karo, Halmahera, Lampung, Papua, Kalimantan Tengah, Kalimantan, Nias dan Batak Toba.

Ketua panitia acara, Dania N. Kamuntuan, menuturkan festival kuliner kali ini mengangkat tema Pulang Kampung. “Keragaman kuliner dalam festival kali ini bertujuan untuk menunjukan kepada pengunjung yang hadir bahwa Indonesia punya beragam makanan tradisional. Sebagai generasi muda kita wajib tahu dan melestarikannya,” terang Dania.

Selain Icip-icip, cara kuliner di IICF 2016 juga akan menampilkan agenda food festival yang akan digelar, Kamis (21/4/2016). Bedanya, jika makanan dalam acara Icip-icip disajikan secara gratis, pada food festival nanti para pengunjung yang ingin menyantap makanan dikenakan biaya.

lowongan pekerjaan
Accounting, Adminidtrasi, Designer Graphis, Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JL CPT Taft GT4x4’94,Body Kaleng,Ori,Asli KLATEN:081391294151 (A00593092017) DP Mura…
  • LOWONGAN CARI PTIMER 2-4 Jam/Hari Sbg Konsltn&SPV Bid.Kshtn All Bckgrnd Smua Jursn.Hub:0811.26…
  • RUMAH DIJUAL Jual TNH&BGN HM 200m2,LD:8m,Strategis,Makamhaji,H:08179455608 (A00280092017) RMH LT13…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Komunisme dan Logika Kita

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (23/9/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, seorang editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Mungkin kita pernah membaca pernyataan bahwa adanya kemiskinan dan ketimpangan ekonomi…