Pria dianiaya usai kedapatan pakai pin komunis. (Istimewa/Youtube) Pria dianiaya usai kedapatan pakai pin komunis. (Istimewa/Youtube)
Rabu, 20 April 2016 15:58 WIB Jafar Sodiq Assegaf/JIBI/Solopos.com Peristiwa Share :

VIDEO KONTROVERSIAL
Pakai Pin PKI, Pemuda Ini Dipukuli dan Disuruh Nyanyi "Indonesia Raya"

Video kontroversial beredar di media sosial memperlihatkan pria dipukuli lantaran pakai pin Komunis.

Solopos.com, SOLO – Rekaman amatir memperlihatkan seorang pemuda dihajar oknum LSM lantaran kedapatan memakai pin simbol Komunis. Oknum LSM yang berang meminta pemuda itu menghafal Pancasila dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

“Pak Ketum, Juwido, Denda … Marah Besar karena ada orang memakai pin PKI !!! PKI harus musnah !!! HIDUP INDONESIA RAYA …” demikian judul video yang diunggah di Facebook itu, Selasa (19/4/2016) malam.

[Lihat: https://www.youtube.com/watch?v=Oj-QGZBps1o]

Awalnya beberapa oknum LSM yang mengendarai mobil terlihat memberhentikan seorang pemuda yang mengendarai sepeda motor di jalan raya.

Tak lama Ketua Umum LSM KPK, Mochammad Firdaus Oiwob keluar dari mobil dan memarahinya. Tidak puas, Oiwob menempeleng kepalanya berkali-kali, lalu menjambak rambutnya.

“Kamu orang Indonesia? Kenapa pakai pin PKI?” teriak Oiwob dengan nada tinggi, lalu tangannya menempeleng dari belakang.

Kejadian itu mengundang sejumlah pengendara mendekat, namun mereka tak berani melerai kejadian itu. Bahkan, seorang pejalan kaki ikut menempeleng kepalanya. Polisi yang berpatroli pun tidak menghentikan aksi kekerasan tersebut. Oiwob mengaku sebagai anak tentara yang ayahnya ikut serta memberantas PKI pada 1965.

“Ini NKRI, bukan PKI broo,” ucapnya.

Dalam video tersebut oknum LSM itu tidak hanya memukul terlihat dia juga menjambak rambut anak itu setelah helmnya dibuka paksa.

Kendati sudah tak berdaya karena menghadapi pria berbadan besar, pemuda yang terlihat masih ingusan itu mengaku tidak tahu kalau memakai pin tersebut dilarang.

Tak beberapa lama kemdian beberapa personel polisi Polantas datang ke lokasi kejadian untuk mengetahui persoalan kegaduhan tersebut.

Ketika datang, polisi itu mencoba memenangkan massa dan meminta si pemuda itu menunjukkan KTP. Setelah memeriksa, polisi mempersilakan pergi. “Sudah ya… Jangan diulangi lagi ya,” kata polisi itu.

Tapi belum sempat pergi, salah seorang pria yang mengenakan baju safari itu kembali mendatanginya. Kali ini dia meminta pemuda itu mengucapkan pancasila sebagai bukti dia adalah warga Indonesia yang baik. “Heh, coba lu hafal pancasila gak?” ujar anggota LSM berambut gondrong.

“Pancasila, satu ketuhanan yang maha esa, dua persatuan Indonesia,” ujar pemuda itu menuruti dengan nada lirih.

“Salah lu!” seru lawan bicaranya mengomel. Pemuda itu pasrah.

Selain diminta menyebutkan Pancasila, dia diminta untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya di tengah kemacetan jalan raya.

Usai diminta menyebutkan Pancasila dan menyanyikan Idonesia Raya pemuda itu tak langsung dilepas. “Ingat ya, ini NKRI, kamu anak Indonesia,” katanya sambil memukul pemuda itu.

Video ini banyak dibahas di sejumlah forum Internet. Pro dan kontra terus mengalir di kalangan netizen.

lowongan pekerjaan
DESIGN GRAFIS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JUAL DAIHATSU Terios’09 TX AD-Solo,NomerCantik,An/Sendiri,Istimewa,Harga Nego,Hub:08…
  • LOWONGAN CR SALES Konveksi,Wanita,Usia 24-38Th,Gaji Pokok+Uang Makan+Bensin+Bonus.Hub:DHM 082134235…
  • RUMAH DIJUAL DIJUAL RUMAH Sederhana,Jl,Perintis Kemerdekann No.50(Utara Ps.Kabangan)L:12×7 Hub:081…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Peringkat dan Mutu Perguruan Tinggi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/9/2017). Esai ini karya Johan Bhimo Sukoco, dosen Ilmu Administrasi Negara di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Slamet Riyadi, Solo. Alamat e-mail penulis adalah johanbhimo@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO — Kementerian Riset Teknologi dan…