Ilustrasi Bank BNI (JIBI/Bisnis/Dok.) Ilustrasi Bank BNI (JIBI/Bisnis/Dok)
Rabu, 20 April 2016 09:25 WIB Asiska Riviyastuti/JIBI/Solopos Ekonomi Share :

SUKU BUNGA BANK
BNI Terapkan Suku Bunga Single Digit

Suku bunga Bank BNI kini diturunkan menjadi single digit.

Solopos.com, SOLO — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menurunkan suku bunga pinjaman produktif menjadi 9,95% dari 13,5%. Suku bunga tersebut diterapkan untuk kredit kecil dengan maksimal pinjaman di bawah Rp5 miliar.

“Penurunan suku bunga ini merupakan bentuk dukungan BNI terhadap program pemerintah untuk menurunkan suku bunga menjadi di bawah 10% atau single digit,” ungkap CEO BNI Wilayah Semarang, Eben Eser Nainggolan, kepada solopo.com, Selasa (19/4/2016).

Pemberlakukan bunga pinjaman single digit ini efektif mulai 1 April 2016. Ketentuan ini berlaku untuk debitur baru maupun lama untuk kredit yang sedang berjalan. Tahap selanjutnya, penerapan suku bunga single digit ini akan diberlakukan untuk kredit produktif segmen menengah dan kredit konsumtif paling lambat akhir tahun.

Dia menjelaskan suku bunga dasar kredit (SBDK) yang ditetapkan BNI per 31 Maret adalah 10,25% untuk kredit korporasi dan 9,95% untuk segmen kecil atau ritel. Eben menyampaikan kebijakan ini sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Oleh karena itu, diharapkan bisa memberi dampak positif kepada pelaku usaha sektor mikro dan menengah untuk mengembangkan usahanya.

Menurut dia, dukungan BNI terhadap sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ini juga dilakukan dengan menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) dengan suku bunga 9%. Namun diakuinya, sumber dana yang disalurkan untuk KUR ini murni aset BNI yang berasal dari dana pihak ketiga (DPK).

“Salah satu upaya mempercepat penyaluran KUR ini, BNI bekerja sama dengan Perbarindo [Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat]. Sinergi ini merupakan komitmen BNI menjadikan BPR sebagai mitra strategis dalam penyaluran kredit UMKM.

Loading...

Kolom

GAGASAN
Dilema antara Pakem dan Showbiz

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (8/11/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Wayang yang kian dilupakan masyarakat jamak teringat kala mendekati momen…