Para personel TNI Korem 073/Makutarama dari kesatuan Denbekang IV-44-03 Salatiga tengah sibuk membuat bubur sumsum di halaman depan Makorem 073/Makutarama, Salatiga, Rabu (20/4/2016). Bubur sumsum ini berhasil masuk rekor Muri sebagai bubur terbesar yang dibuat diloyang berukuran 6,10 meter x 9,10 meter.
Rabu, 20 April 2016 18:50 WIB Imam Yuda S/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

REKOR MURI
Habiskan 450 Kg Tepung Beras, Bubur Merah Putih Buatan Korem 073 Salatiga Pecahkan Rekor Dunia

Rekor Muri membuat bubur sumsum bercorak bendera Merah-Putih dalam ukuran jumbo dipecahkan di Salatiga.

Solopos.com, SALATIGA – Puluhan personel TNI anggota Korem 073/Makutarama, Salatiga, terlihat sibuk, Rabu (20/4/2016) pagi. Sambil meneriakan yel-yel,” Merah, Putih, NKRI, Harga Mati,” para anggota TNI itu terlihat mengolah sebuah adonan di dalam panci yang berjejer di halaman depan Makorem 073/Makutarama, Salatiga.

Kesibukan para personel TNI itu tak lain adalah untuk membuat bubur sumsum berukuran jumbo. Ada dua jenis bubur sumsum yang dibuat oleh para anggota TNI itu, yakni yang berwarna merah dan putih.

Kedua adonan bubur sumsum ini lantas dituangkan ke dalam loyang berukuran 6,10 meter x 9,10 meter hingga membentuk bendera Merah Putih. Dengan kedalaman bubur mencapai 10 sentimeter, hasil karya para personel TNI Korem 073/Makutarama, Salatiga, ini pun dinobatkan memecahkan rekor museum Indonesia (Muri), bahkan rekor dunia.

“Sebelumnya sudah ada empat rekor Muri yang dicetak di Salatiga. Ini kali kelimanya, kota ini mencatatkan sejarah dalam rekor Muri. Bubur ini menjadi kali pertama yang dibuat. Jadi, tak hanya memecahkan rekor Muri, tapi juga rekor dunia,” ujar juri dari Muri, Winda, seusai memberikan penilain di Makorem 073/Makutarama, Salatiga, Rabu.

Untuk membuat bubur sumsum berukuran raksasa ini, pihak panitia yang diwakilkan Kapenrem 073/Makutarama, Mayor Caj (K) July Siloy, mengaku menghabiskan tepung beras sebanyak 450 kg dan gula jawa sebanyak 500 kg.

“Belum lagi bahan-bahan lainnya seperti santan, daun pandan, garam dan juga pewarna,” ujar Kapenrem.

Semangat kebangsaan
Terpisah Danrem 073 Makutarama, Kolonel Kav Prantara Santosa, mengatakan pemecahan rekor Muri ini dibuat dalam rangka menyambut Hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April nanti dan juga merayakan Hari Ulang Tahun ke-70 Persit Kartika Chandra Kirana.

Selain itu, pembuatan bubur sumsum bercorak bendera Merah Putih ini dilakukan untuk menambah semangat kebangsaan para personel TNI maupun warga masyarakat.

“Setelah dibuat bubur Merah-Putih ini kan dibagikan kepada warga. Harapannya, semangat Merah Putih yang ada di bubur itu juga turut dibawa kepada masyarakat,” terang Danrem.

Sebelum pemecahan rekor Muri itu, di depan Makorem juga digelar pawai dan kirab kebangsaan yang diikuti ribuan personel TNI dari berbagai kesatuan yang berada di bawah komando Korem 073/Makutarama.

Selain, personel TNI, pawai juga diikuti berbagai pelajar dan kelompok kesenian dari sembilan kabupaten/kota, antara lain yakni, Pati, Grobogan, Salatiga, Demak, Kabupaten Semarang, Kendal dan Kudus.

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…