Suasana kawasan Benda Cagar Budaya (BCB) di Alun-alun Selatan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Senin (18/4/2016). Anggota DPRD Solo mengusulkan Alun-alun Selatan menjadi lokasi untuk menampung pedagang kaki lima (PKL) Sunday Market yang akan direlokasi dari kompleks Stadion Manahan. (Ivanovich Aldino/JIBI/Solopos)
Rabu, 20 April 2016 18:15 WIB Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos Solo Share :

PKL SOLO
Pihak Keraton Tak Kompak Restui Alkid Lokasi Relokasi PKL Sunday Market

PKL Solo, pihak keraton kasunanan tak kompak menyikapi rencana relokasi PKL Sunday Market ke Alkid.

Solopos.com, SOLO–Kerabat Keraton Solo tidak kompak menyikapi rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Solo merelokasi pedagang kaki lima (PKL) Sunday Market di kompleks Stadion Manahan ke Alun-alun Kidul (Alkid).

Kerabat Keraton Solo yang berwenang sebagai Ketua Pengelola dan Pelaksana Alkid, K.R.M.H. Adityo Soeryo Harbanu, menolak keinginan Pemkot memindah PKL Sunday Market di kompleks Stadion Manahan ke Alkid. Dia tidak ingin kehadiran PKL Sunday Market yang berjumlah seribuan orang tersebut menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan di Alkid.

“Saya selaku ketua pengelola dan pelaksana Alkid Karaton Solo menolak PKL di kompleks Stadion Manahan atau PKL Sunday Market pindah ke Alun-alun Selatan Keraton Solo,” jelas Harbanu saat dimintai tanggapan Solopos.com terkait tindak lanjut dari rencana penataan Alkid untuk menampung ribuan PKL Sunday Market, Rabu (20/4/2016).

Berdasarkan pantauan, Harbanu ikut hadir menemani Plt. Paku Buwono (PB) XIII Keraton Solo K.G.P.H. Puger menjamu kedatangan Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo di Sitihinggil Kidul untuk membahas rencana relokasi PKL Sunday Market ke Alkid, Selasa (19/4/2016). Saat berbincang dengan Puger maupun Rudy, dia tidak sama sekali terlihat melontarkan pernyataan menolak.

Bahkan saat bercakap dengan Solopos.com, Harbanu siap mendukung rencana Pemkot untuk menghidupkan Alkid. “Saya dari kemarin [Selasa] saat Pak Rudy datang ke Alkid sudah menolak rencana Pak Rudy memindah PKL Sunday Market ke Alkid serta tanggapan K.G.P.H. Puger yang menerima PKL Sunday Market [berjualan] di Alkid,” lanjut Harbanu.

Harbanu menjelaskan alasan dirinya menolak rencana Pemkot lantaran Alkid tidak cukup untuk menampung seribuan PKL Sunday Market. Selain itu, kehadiran PKL Sunday Market dikhawatirkan mempengaruhi pendapatan ratusan PKL yang terlebih dahulu menempati kompleks Alkid. Harbanu menambahkan aktivitas perdagangan PKL Sunday Market bisa menimbulkan banyak sampah di Alkid.

“Alasan saya menolak karena Alkid tidak cukup untuk menampung PKL Sunday Market sebanyak itu. Alkid juga sudah digunakan oleh PKL untuk berjualan atau berdagang. Ketiga, kehadiran PKL bisa menimbulkan banyak kotoran sampah di lapangan Alkid,” papar Harbanu.

Sebelumnya, Keraton Solo merestui relokasi seribuan PKL di kompleks Stadion Manahan ke Alkid. Plt. PB XIII Keraton Solo, K.G.P.H. Puger mengizinkan Pemkot merelokasi PKL Sunday Market dari kompleks Stadion Manahan ke Alkid. Menurut dia, Alkid mampu menampung seribuan PKL Sunday Market. Keberadaan PKL harus ditat agar tidak mengganggu aktivitas olahraga masyarakat di Alkid.

LOWONGAN PEKERJAAN
Tenaga gudang, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Sentilan Realitas di Bak Truk

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (22/11/2017). Esai ini karya Shela Kusumaningtyas, penulis dan alumnus Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro Semarang. Alamat e-mail penulis adalah kusuma.cel@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Masyarakat di sepanjang jalur pantai utara Jawa umumnya terbiasa menyaksikan lalu…