JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, Energi, dan Sumber Daya Mineral DIY, Rani Sjamsinarsi memotong tumpeng sebagai penanda dimulainya revitalisasi pedestrian di Malioboro, Yogyakarta, Selasa (19/04/2016). Program refitalisasi bekas lahan parkir sepeda motor ini akan dimuali dengan pembongkaran lantai, penanaman pohon dan pemasangan street furniture di kawasan pedestrian tersebut.
Rabu, 20 April 2016 16:20 WIB Gilang Jiwana/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

PENATAAN MALIOBORO
Haryadi Senang dengan Euforia Warga Sambut Pedestrian Malioboro

Penataan Malioboro mulai dilakukan setelah penertiban parkir

Solopos.com, JOGJA— Proses revitalisasi fisik Malioboro resmi dimulai. Ditargetkan akhir 2016 trotoar sisi timur mulai dari depan hotel Inna Garuda hingga Ketandan.

Juru Bicara kontraktor Wahyu Budianto mengatakan pembangunan fisik Malioboro akan dimulai secara bertahap. Mereka akan membongkar dulu lantai abu-abu di sisi timur untuk melihat saluran pembuangan di bawahnya.  Setelah itu baru akan dilakukan pengecoran dan pemasangan lantai serta street furniture.

Wahyu mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan kontraktor yang mengerjakan paket kedua agar hasilnya maksimal. Mereka akan berpindah lokasi pengerjaan ke depan Mutiara saat paket kedua berjalan agar tak ada kesalahan dalam proses konstruksi.

“Bila pemenang lelang untuk paket kedua sudah mulai bekerja dari Hotel Mutiara ke Suryatmajan kami akan mulai bekerja dari sisi selatan agar sambungannya pas,” ujar dia, di sela kenduri dan pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Walikota Jogja Haryadi Suyuti di sisi utara Malioboro , Selasa (19/4/2016).

Walikota Jogja Haryadi Suyuti berharap dimulainya proyek fisik penataan Malioboro ini bisa berjalan dengan lancar. Dia optimis setelah ditata Malioboro bisa menjadi semakin ramah bagi pejalan kaki dan wisatawan.

“Sekarang saja sudah ada eforia warga yang main badminton kalau sore di trotoar, saat pembangunan mungkin akan terganggu tapi yakinlah proyek ini bisa membangun sepenuhnya Malioboro menjadi lebih nyaman,” tutur dia.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…