Ilustrasi uang tunai rupiah. (Nurul Hidayat/JIBI/Bisnis) Ilustrasi uang tunai rupiah. (Nurul Hidayat/JIBI/Bisnis)
Rabu, 20 April 2016 04:30 WIB Rudi Hartono/JIBI/Solopos Wonogiri Share :

PEMKAB WONOGIRI
Bantuan PKH Senilai Rp10 Miliar Disalurkan

Program Keluarga Harapan (PKH) Wonogiri mendapat bantuan dari pemerintah pusat.

Solopos.com, WONOGIRI — Dana bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dari pemerintah pusat senilai Rp10,22 miliar untuk Wonogiri alokasi triwulan I 2016 disalurkan kepada 12.874 keluarga sangat miskin (KSM) melalui kantor pos, pada Kamis-Sabtu (14-16/4/2016) lalu. Jumlah KSM penerima tahun ini turun 272 dari tahun lalu.

Kasi Penyantunan dan Bantuan Sosial Bidang Bimbingan dan Bantuan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Wonogiri, Trias Budiono, saat ditemui solopos.com di kantornya, Selasa (19/4/2016), mengklaim penyaluran dana PKH berjalan tertib dan lancar. Hanya, dia hingga saat ini belum mengetahui kepastian serapan penyaluran, karena laporan dari pendamping PKH di setiap kecamatan belum diterima.

Otoritas Dinsos sudah menginstruksikan kepada seluruh pendamping PKH agar secepatnya membuat laporan serapan dan menyerahkannya ke dinas. Dia mengatakan dana PKH alokasi triwulan I yang disalurkan senilai Rp10.220.021.250. Dana diberikan kepada 12.874 KSM. Tetapi, Trias tidak hapal jumlah penerima perorangan secara pasti.

“Penyalurannya kami bikin jadwal selama tiga hari agar tidak bareng. Bagi KSM terdaftar pada jadwal reguler yang lalu belum sempat mengambil karena rumahnya jauh dari kantor pos misalnya, petugas jemput bola. Misalnya di Kecamatan Kismantoro. Petugas membuka tempat pengambilan khusus di kantor desa yang jauh dari kantor pos,” kata Trias.

Dia menjelaskan dana PKH diberikan kepada KSM untuk biaya operasional kesehatan bagi ibu hamil (bumil) dan anak bawah lima tahun dan operasional pendidikan bagi siswa SD-SMA atau sederajat dengan nilai yang berbeda. Trias memerinci dana PKH itu terdiri atas bantuan tetap senilai Rp500.000/tahun, untuk ibu hamil Rp1,2 juta/tahun, anak balita Rp1,2 juta, siswa SD Rp450.000/tahun, siswa SMP Rp750.000/tahun, dan siswa SMA Rp1 juta/tahun.

“Bantuan tetap disalurkan satu kali pada triwulan I. Sedangkan bantuan untuk komponen lainnya dibagi empat kali disalurkan setiap triwulan,” imbuh Trias.

Menurut dia jumlah KSM penerima bantuan menurun dibanding tahun lalu. Pada 2015 bantuan PKH disalurkan kepada 13.146 KSM. Penurunan jumlah KSM dipengaruhi beberapa faktor, seperti ada penerima yang berpindah alamat, penerima siswa SMA sudah lulus, dan lainnya.

Salah satu penerima bantuan PKH asal Kecamatan Bulukerto, Tri Rasmi, 33, mengaku dana PKH sangat membantunya. Bantuan PKH yang diterimanya untuk anaknya yang masih SMP. Bantuan itu akan digunakannya untuk membiayai sekolah anaknya itu. Dia sangat berterima kasih kepada pemerintah yang memperhatikan orang miskin.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…