Bangunan RSUD Solo (JIBI/dok)
Rabu, 20 April 2016 16:40 WIB Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos Solo Share :

LAYANAN KESEHATAN SOLO
RSUD Ngipang Tambah Poliklinik, Ini Alasannya

Layanan kesehatan Solo, RSUD Ngipang Solo menambah bangunan baru.

Solopos.com, SOLO–Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ngipang, Banjarsari, Solo, bakal memiliki bangunan baru yang berfungsi sebagai poliklinik.

Direktur RSUD Ngipang, dr. Willy Handoko, mengatakan poliklinik akan dibangun dua lantai menggunakan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) 2016. Disinggung jumlah anggaran untuk pembanguan poliklinik yang bakal berada di bagian depan RSUD Ngipan tersebut, dia mengaku tidak hafal. Hanya, Willy memastikan pembangunan poliklinik bisa terlaksana pada tahun ini.

“Pembangunan poliklinik memasuki tahap lelang. Pembangunan tersebut mudah-mudahan sesuai target, selesai pada tahun ini. Kami berencana poliklinik juga bisa membuka pelayanan kesehatan kepada masyarakat mulai tahun ini,” kata Willy kepada Solopos.com, Rabu (20/4/2016).

Willy menjelaskan maksud pembangunan poliklinik karena RSUD Ngipang kini sering kedatangan banyak pasien hingga penuh. Menurut dia, jumlah pasien rawat jalan di RSUD Ngipang tergolong banyak, yakni mencapai 400 orang per hari. Willy meyakini pembangunan poliklinik mampu meningkatkan pelayanan kesehatan, khususnya kepada masyarakat Kota Bengawan.

“Jumlah pasien berobat di RSUD Ngipang lumayan banyak, hampir selalu penuh. Sekarang jumlah pasien rawat inap rata-rata sudah di atas 80% dari kapasitas tempat tidur. Maka dari itu, Pak Wali Kota [FX Hadi Rudyatmo] juga menghendaki pembangunan RSUD lagi di Solo bagian selatan pada tahun depan,” jelas Willy.

Dijumpai terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Solo, Hartanti, menilai penambahan poliklinik di RSUD Ngipang sangat diperlukan untuk menunjang pelayanan kesehatan masyarakat. Dia menyebut RSUD Ngipang kini selalu penuh dengan pasien. Hartanti menegaskan tidak boleh ada pasien yang terlantar setelah RSUD Ngipang membuka poliklinik baru.

“Kalau kita melihat, perkembangan RSUD Ngipang selama 7 tahun ini luar biasa. Hampir setiap hari penuh [dengan pasien]. Nanti di depan [RSUD Ngipang] digunakan untuk poliklinik. Kalau memungkinkan, tanah di samping RSUD nanti dibeli untuk untuk pengembangan lagi,” papar Hartanti.

Hartanti mendorong RSUD Ngipang memiliki sistem pengolahan darah yang lebih praktis. “Terus nanti di lantai atas RSUD Ngipang ada peningkatan sistem transfer darah. Kalau sekarang kan masih jalan. Nanti sistem transfer darah dari kamar langsung ke pusatnya. Jadi lebih cepat. Nanti masih dianggarakan pada 2017,” papar Hartanti.

LOWONGAN PEKERJAAN
GRIYA BAMBU KUNING, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…