Gemi, penjual jajanan pasar di Pasar Songgolangit Ponorogo melayani pembeli, Selasa (19/4/2016). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)
Rabu, 20 April 2016 17:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

KULINER PONOROGO
Manis Legit Jajanan Pasar Ponorogo Menggugah Selera

Kuliner Ponorogo menampilkan jajanan pasar yang ada di Pasar Songgolangit.

Solopos.com, PONOROGO — Pasar Songgolangit merupakan pasar tradisional terbesar di Ponorogo yang berlokasi di Kelurahan Pakunden, Kecamatan Ponorogo.

Di pasar itu, Anda akan menemukan berbagai barang seperti beras, daging, pakaian, perabotan rumah tangga, dan lainnya. Namun, ada satu hal yang tidak boleh terlewatkan yaitu jajanan pasar.

Ada belasan pedagang jajanan yang berjualan di emperan Pasar Songgolangit. Waktu berjualan mereka hanya pada siang hari yaitu dimulai sekitar pukul 13.00 WIB. Hal itu berbeda dari penjual jajanan pasar yang ada di pasar tradisional lain yang umumnya berjualan sejak pagi hari.

Saat Madiunpos.com bertandang ke Pasar Songgolangit Ponorogo, Selasa (19/4/2016), Gemi, 52, salah satu penjual jajanan pasar di Pasar Songgolangit, terlihat mengambil sejumlah kue klepon yang lengket di tampah yang menjadi tempat menaruh dagangannya.

Kemudian kue klepon itu dicampur dengan cenil, jadah, grontol jagung, dan ditaburi parutan kelapa serta terakhir diberi gula aren yang telah dicairkan.

Konsumen pun bisa memilih jajanan pasar apa saja yang diinginkan dan sesuai selera. Soal harga, dengan uang Rp1.000 konsumen bisa menikmat kelezatan makanan tradisional itu.

Rasa jajanan pasar yang lezat dipadu dengan manisnya gula aren dan dicampur dengan gurihnya parutan kelapa membuat perjalanan Anda di Kota Reog semakin lengkap. Saat menggigit kue klepon, manisnya gula aren yang ada di dalamnya akan melumer di mulut.

Gemi mengatakan penjual kue tradisional dan jajanan pasar di Pasar Songgolangit hanya buka pada saat siang hari.

Dia mengatakan ada beberapa jenis jajanan pasar yang dijualnya yaitu kue jongko, cenil, kue klepon, jadah, getuk, grontol jagung, ketan hitam, dan pisang rebus.“Konsumen bisa memilih sendiri, kue apa saja yang diinginkan,” ujar dia.

Warga Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Ponorogo ini menceritakan sejak dahulu penjual jajanan pasar di Pasar Songgolangit hanya berjualan pada siang hari.

Setiap hari, dia dan sejumlah pedagang lain berangkat dari rumah naik sepeda angin menuju ke pasar sekitar pukul 13.00 WIB dan pulang ke rumah 18.00 WIB. Dia mengatakan jajanan pasar tersebut dibuat pada sekitar pukul 09.00 WIB setiap harinya.

“Pendapatan saya dari menjual jajanan pasar ini rata-rata per hari sekitar Rp30.000,” ujar dia.

LOWONGAN PEKERJAAN
PT. SEMBADA AGUNG PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…