Petugas pemadam kebakaran (Damkar) menyemprotkan air untuk memadamkan api yang membakar gudang pengolahan kayu di pabrik mabel PT. Rakabu Sejahtera, Kalijambe, Sragen, Selasa (19/4/2016). Penyebab kebakaran diduga bersumber dari oven pengering kayu, tidak ada korban jiwa pada kejadian tersebut. Mobil Damkar dari Solo, Sragen, dan Karanganyar dikerahkan untuk memadamkan api. (Ivanovic Aldino/JIBI/Solopos) Petugas pemadam kebakaran (Damkar) menyemprotkan air untuk memadamkan api yang membakar gudang pengolahan kayu di pabrik mabel PT. Rakabu Sejahtera, Kalijambe, Sragen, Selasa (19/4/2016). Penyebab kebakaran diduga bersumber dari oven pengering kayu, tidak ada korban jiwa pada kejadian tersebut. Mobil Damkar dari Solo, Sragen, dan Karanganyar dikerahkan untuk memadamkan api. (Ivanovic Aldino/JIBI/Solopos)
Rabu, 20 April 2016 10:25 WIB M Khodiq Duhri/IBI/Solopos Peristiwa Share :

KEBAKARAN PABRIK JOKOWI
Ini Kronologi Pabrik Mebel Jokowi Terbakar

Kebakaran pabrik Jokowi terjadi di kawasan industri Kalijambe Sragen.

Solopos.com, SRAGEN—Pabrik mebel Jokowi terbakar Selasa (19/4/2016) pukul16.30 WIB. Pabrik mebel milik Presiden Jokowi itu bernama PT Rakabu Sejahtera.

Dua dari enam gudang milik pabrik mebel PT Rakabu Sejahtera di jalan Solo-Purwodadi tepatnya di Dusun Wonosari, Sambirembe, Kalijambe, Sragen, terbakar hebat, Selasa (19/4).

Kebakaran itu baru disadari para karyawan pabrik milik keluarga Presiden Joko Widodo sekitar pukul 16.30 WIB. Kebakaran itu kali pertama terjadi di Gudang I yang difungsikan sebagai lokasi pengeringan kayu atau oven.

“Saat itu saya masih berada di Gudang II yang berdampingan dengan Gudang I. Saya sempat curiga dengan warna asap yang keluar dari lubang ventilasi Gudang I. Biasanya warnanya putih, tapi kali ini berwarna hitam pekat. Saya pikir cuma kebakaran kecil yang sudah biasa terjadi. Saat itu, saya sudah merasakan kegerahan, tapi saya masih melanjutkan pekerjaan menata lapisan kayu yang baru selesai dipotong. Kami baru sadar terjadi kebakaran besar begitu ada karyawan lain yang membuka Gudang I. Begitu gudang dibuka, api sudah membesar,” kata Taufiq, 24, salah seorang karyawan saat ditemui Solopos.com di lokasi.

Kobaran api awalnya hanya membakar satu dari lima ruang di Gudang I. Satu ruang berukuran sekitar 6×6 meter berisi 150 hingga 200 meter kubik kayu. Namun, hingga pukul 21.00 WIB, api membakar tiga ruangan di Gudang I.

Puluhan mobil pemadam kebakaran dari Soloraya dikerahkan untuk memadamkan api. Namun, setelah melakukan upaya hingga lebih dari tiga jam, belum ada tanda-tanda api akan padam. Proses pemadaman api itu disaksikan oleh warga yang menyemut di pinggiran jalan Solo-Purwodadi.

Banyaknya warga yang menyaksikan kebakaran itu sempat mengganggu kelancaran lalu lintas, terutama mobil pemadam kebakaran. Satu unit mobil pemadam kebakaran harus dikawal oleh polisi supaya bisa menerobos kerumunan warga.

Reva, 22, karyawan lain mengatakan para karyawan langsung berhamburan keluar gudang begitu mengetahui ada kebakaran. Sebagian karyawan berusaha menyelamatkan kayu yang berada di Gudang II. “Sedianya kami pulang pukul 17.00 WIB, namun karena ada musibah seperti ini kami ikut menyelamatkan barang-barang,” kata warga Jengglong, Andong, Boyolali ini.

Ditemui wartawan di lokasi, Direktur Operasional PT Rakabu Sejahtera Arif Budi mengatakan terdapat 800 meter kubik kayu yang berada di Gudang I. Sebagian kayu sudah bisa diselamatkan, namun sebagian besar ludes terbakar.u penyebabnya,” kata Marsidi.

LOWONGAN PEKERJAAN
WEDHANGAN GULO KLOPO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…