Warga Desa Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo, menanam pohon pisang dan nisan di jalan penghubung Sukorejo-Sampung yang kondisinya rusak parah, Rabu (20/4/2016) pagi. (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)
Rabu, 20 April 2016 14:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

JALAN RUSAK PONOROGO
Jalan Sukorejo-Sampung Berlubang, Warga Tanam Pohon Pisang dan Nisan

Jalan rusak Ponorogo yakni ruas Sukorejo-Sampung rusak parah, warga menanam pohon pisang dan nisan.

Solopos.com, PONOROGO – Puluhan warga Desa Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo memasang pohon pisang dan batu nisan di sepanjang jalan berlubang di jalan yang menghubungkan Sukorejo-Kecamatan Sampung dan jalan alternatif Ponorogo-Solo, Rabu (20/4/2016) pagi.

Penanaman pohon pisang dan nisan ini menjadi bentuk kekecewaan dan keprihatinan warga terhadap kondisi infrastruktur jalan yang rusak.

Pantauan Madiunpos.com di lokasi, Rabu, puluhan warga Sukorejo membawa sejumlah pohon pisang dan nisan kemudian menancapkannya di jalan berlubang yang dipenuhi air.

Di sepanjang jalan yang hampir 2 km itu terdapat ratusan lubang dengan berbagai ukuran.

Diameter lubang jalan dari 50 cm hingga 1 meter dengan kedalaman sekitar 50 cm. Lubang jalan itu dipenuhi air karena sebelumnya terjadi hujan.

Pohon pisang di tengah jalan penghubung Sukorejo-Sampung yang kondisinya rusak parah, Rabu (20/4/2016) pagi. (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)

Pohon pisang di tengah jalan penghubung Sukorejo-Sampung yang kondisinya rusak parah, Rabu (20/4/2016) pagi. (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)

Salah seorang warga Sukorejo, Budi Sancoko, mengatakan akses jalan yang menghubungkan Kecamatan Sukorejo ke Kecamatan Sampung dan jalan alternatif Ponorogo-Solo itu telah lama rusak parah.

Budi menuturkan akibat jalan berlubang itu seringkali terjadi kecelakaan bagi pengguna jalan. Dia mencontohkan beberapa waktu lalu terjadi kecelakaan lalu lintas yang menimpa truk pengangkut barang di jalan tersebut.

“Sudah sering terjadi kecelakaan di jalur itu. Tadi pagi [Rabu] juga terjadi kecelakaan pengendara sepeda motor. Ya itu, karena jalannya berlubang dan saat musim penghujan seperti ini jadi lebih licin dan lubang jalan terpenuhi air,” ujar dia kepada wartawan, Rabu.

Budi menambahkan meski kondisi jalan yang rusak sangat parah itu, tetapi selama ini belum ada perbaikan dari pemerintah. Dia berharap pemerintah mulai dari kepala desa, camat, hingga bupati bisa segera memperbaiki jalan rusak di kawasan itu.

Dia menyampaikan bentuk protes masyarakat diwujudkan dengan penanaman pohon pisang dan pemasangan batu nisan di jalan berlubang itu.

“Selain sebagai bentuk protes, pohon pisang itu juga sebagai pengingat pengguna jalan supaya hati-hati saat melewati jalan itu,” ujar dia.

Menurut dia, tidak hanya jalan di sepanjang jalan penghubung Sukorejo-Sampung yang rusak. Namun, hampir seluruh jalan di wilayah Sukorejo mengalami rusak parah.

Dia bersama warga lain berharap Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni yang baru dilantik bisa terketuk hatinya untuk segera memperbaiki jalan yang rusak tersebut.

“Kami sangat kecewa karena jalan yang menjadi akses utama warga itu tidak segera diperbaiki. Padahal, sudah lama jalan tersebut tidak diperbaiki,” jelas dia.

Warga lain, Sri, mengatakan di jalan tersebut memang sering terjadi kecelakaan dan mengakibatkan pengguna jalan terjatuh. Dia berharap pemerintah segera memperbaiki jalan tersebut supaya tidak ada lagi kecelakaan di wilayah itu.

“Itu kan jalur ramai, setiap hari ada ratusan orang yang berjalan di jalan itu. Apalagi saat pagi hari, banyak warga yang lewat di jalan itu. Ya kami harapannya, pemerintah bisa segera memperbaikinya,” kata dia.

LOWONGAN PEKERJAAN
PT. SEMBADA AGUNG PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…