Pasar Percontohan Sentolo sepi, Rabu (1/1/2014). (JIBI/Harian Jogja/Switzy Sabandar)
Rabu, 20 April 2016 20:55 WIB Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

INVESTASI KULONPROGO
Satu Investasi Bisa Memicu 25 Usaha

Investasi Kulonprogo bisa memicu 25 usaha

Solopos.com, KULONPROGO- Pemkab Kulonprogo melakukan sosialisasi di tingkat kecamatan dan desa guna memberikan pemahaman pada warga akan efek berlapis yang dibawa dalam investasi yang masuk ke wilayah ini.

Kepala Badan Penanaman Modal Perizinan Terpadu (BPMPT) Kulonprogo, Agung Kurniawan memaparkan bahwa dalam satu investasi yang masuk diperkirakan akan ada hingga 25 kegiatan usaha yang tumbuh mengikutinya.

“Selain itu, keberadaan industri juga berarti memicu pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut, penyerapan tenaga kerja, alih fungsi teknologi, dan percepatan pertumbuhan desa,” kata dia, Selasa (19/4/2016)

Untuk tahun 2016 ini, sudah ada sekitar 30 investor yang datang ke Kulonprogo untuk melakukan penjajakan. Namun dari jumlah tersebut hanya 10 investor yang kemudian mengajukan perizinan.

Hamam Cahyadi, Ketua Komisi III Bidang Pembangunan DPRD Kulonprogo menyatakan bahwa sudah menjadi tugas pemkab untuk memberikan pencerahan pada masyarakat melalui kepala desa. Pasalnya, jika terus terhambat dikhawatirkan investor akan beralih menanamkan modalnya ke daerah sekitar salah satunya Purworejo.

“Kita hanya akan kebagian bandaranya saja tapi perkembangan industrinya luput,” ujarnya.

Ia menyatakan jika bisa diberikan alternatif penggunaan tanah kas desa sebagai lahan industri. Selain itu, apabila masyarakat enggan kehilangan kepemilikan atas tanahnya maka mungkin bisa diaplikasikan sistem sewa lahan di antara kedua pihak.

Lebih lanjut, alternatif kepemilikan saham juga mungkin bisa diaplikasikan. Nantinya tanah milik masyarakat tersebut akan beralih bentuk menjadi kepemilikan saham yang juga bisa memberikan kontribusi.

LOWONGAN PEKERJAAN
PT. SEMBADA AGUNG PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…