Wakil Presiden Jusuf Kalla (keempat kiri) bersama Ibu Mufidah Jusuf Kalla (keempat kanan) didampingi Menteri Perindustrian Saleh Husin (kelima kanan) saat meninjau pameran Incraft 2016 di Jakarta, Rabu (20/4/2016). Pameran yang mengangkat tema jelajah warisan nusantara karya anak bangsa tersebut didukung BNI dalam rangka semarak 70 tahun BNI dengan menghadirkan 34 stand dari mitra binaan dan debitur yang bergerak di bidang industri kreatif. (Abdullah Azzam/JIBI/Bisnis)
Rabu, 20 April 2016 16:23 WIB Lavinda/JIBI/Bisnis Ekonomi Share :

INACRAFT 2016
JK: Pengrajin Nasional Harus Mampu Ikuti Selera Pasar Dunia

Inacraft 2016 yang mulai digelar Rabu (10/4/2016) dibuka Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Solopos.com, JAKARTA – Pengrajin nasional harus mampu mengikuti selera dan kebutuhan konsumen secara meluas agar bisa menembus pasar internasional.

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan pengusaha kerajinan tangan harus berpegang pada prinsip kebaikan fungsional produk demi meningkatkan nilai tambah dan fungsi ekonominya. Prinsip tersebut tentu sesuai dengan latar belakang kebudayaan nasional dengan tak menyampingkan kebutuhan pasar dunia.

“Kadang-kadang kita keliru karena selalu merasa punya yang terbaik, padahal yang terbaik haruslah untuk pembeli. Dibutuhkan produk sesuai selera pasar dunia, bukan selera sendiri,”ujarnya dalam acara Indonesia International Handicraft Trade Fair (Inacrat) 2016 di Balai Sidang Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (20/4/2016).

Menurut dia, pengusaha lokal harus terus berinovasi dan melakukan perbandingan antara produknya dan produk pengusaha lain di luar negeri demi menjaga dan terus meningkatkan daya saing. Salah satu cara, lanjut Kalla, ialah dengan menyediakan produk sejenis yang bervariasi dari sisi harga dan fungsi, tentu dengan tetap memperhatikan tren yang sedang digemari.

“Inacraft ini penting untuk memperlihatkan pergeseran dari hasil kerajinan urusan kultur jadi produk ekonomi. Gabungan dari craftmentship dan orang-orang yang mempunyari kreatifitas untuk memberi model dan bentuk yang indah,”ungkapnya.

Selain itu, Kalla juga berharap pengusaha kerajinan tangan nasional diminta menghasilkan produk-produk fungsional yang bernilai ekonomi demi meningkatkan pendapatan masyarakat, dibandingkan hanya menciptakan produk hiasan atau aksesoris.

“Kalau dulu kerajinan lebih bersifat hiasan atau kelengkapan. Kalau bicara hari ini tentu harapannya ingin menjadikan suatu produk yang menghasilkan kegiatan ekonomi,”ujarnya.

Menurut dia, pengusaha nasional harus menghasilkan produk yang memiliki fungsi ekonomi dan berkualitas tinggi untuk meningkatkan kegiatan ekspor dan mendorong pendapatan masyarakat. Intinya, pengrajin tidak cukup hanya bekerja dengan rajin tetapi juga dipenuhi kreatifitas, inovasi, dan ketelitian untuk menghasilkan produk yang baik.

Pameran produk kerajinan tangan tahunan yang diselenggarakan sejak 1999 itu, kali ini berlangsung pada Rabu- Minggu (20-24/4/2016).

Inacraft 2016 diikuti oleh lebih dari 1.400 peserta perusahaan kerajinan baik produsen maupun eksportir dari 34 provinsi di Indonesia. Adapun, jumlah peserta individu meningkat hingga 849 stan, dinas 359 stan, BUMN 117 stan, dan peserta luar negeri delapan stan.

LOWONGAN PEKERJAAN
SUPERVISOR JAHIT & PENJAHIT HALUS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…