Seorang sales promotion girl (SPG) memeragakan foto selfie dengan Huawei Honor 3C di sela- sela peluncuran telepon seluler (ponsel) itu di Jakarta, Selasa (12/8/2014). Huawei Honor 3C dilengkapi dengan layar LCD 5 inci, resolusi 720 piksel x 1280 piksel, prosesor Quad Core 1.3 GHz. Smartphone terbaru Huawei itu dipasarkan dengan harga Rp2.200.000/unit. (Rahmatullah/JIBI/Bisnis) Ilustrasi foto selfie (Rahmatullah/JIBI/Bisnis)
Rabu, 20 April 2016 09:00 WIB JIBI/Solopos/Newswire Sains Share :

HASIL PENELITIAN
Awas, Sering Lihat Layar Smartphone Bisa Kena Blepharitis

Hasil penelitian mengungkapkan sering melihat layar ponsel bisa mengakibatkan penyakit blepharitis.

Solopos.com, SOLO — Perangkat seperti smartphone, tablet dan komputer memang digunakan sehari-hari. Salah satu efek yang bisa dialami seseorang yang terlalu lama menatap layar gadget adalah terkena blepharitis.

Blepharitis merupakan kondisi kelopak mata menjadi merah dan bengkak. Kondisi ini dapat terjadi akibat mata yang terlalu terpaku pada layar, baik itu ponsel, tablet, atau laptop. Data dari Moorfield’s Eye Hospital di London menyatakan banyak pekerja kantoran mencari bantuan medis untuk mengatasi rasa sakit dan kemerahan pada mata yang disebabkan penggunaan komputer.

Dilaporkan oleh Evening Standard, gejala yang banyak dikeluhkan oleh pasien atau pengguna smartphone adalah kekeringan, kelelahan, mata bengkak, atau perasaan mata seperti berpasir.

Konsultan ahli mata dan ahli bedah oculoplastic di Moorfields, Daniel Ezra, mengatakan beberapa orang tetap memaksa bekerja meski mata mereka sudah merah. “Akibatnya, kerusakan mata bisa semakin parah terjadi,” tutur Ezra, seperti dikutip dari Fox News, Selasa (19/4/2016).

Lebih lanjut, Ezra memperkirakan blepharitis menimpa hampir 15% orang yang harus bekerja di depan layar di London. Disebutkan, penyebab kondisi ini yakni menurunnya frekuensi kedipan mata saat seseorang memandang layar monitor.

Ketika mata kurang berkedip, air mata akan menguap dan menyebabkan stres pada sel yang disebut corea. Ditambah lagi, penggunaan AC pada ruangan berkantor akan menyebabkan penguapan lebih cepat. Stres pada corea ini akan menyebabkan peradangan dan ketidaknyamanan.

Akibat menatap layar terlalu lama, beberapa waktu lalu seorang wanita asal Tiongkok mengalami kerusakan pada indra penglihatannya setelah menonton drama Korea selama 18 jam. Wanita ini didiagnosis glaukoma akut yang bisa mengakibatkan kebutaan.

Tenang saja ada eberapa hal dapat dilakukan untuk mencegah blepharitis. Ezra mengungkapkan menurunkan tingkat pencahayaan pada layar adalah salah satu caranya.

“Selain itu, cobalah berkedip lebih sering, bawa obat tetes mata, dan pastikan secara rutin untuk bangun dari tempat duduk dan memberikan mata Anda waktu istirahat. Bila muncul gejala, segera cari pertolongan medis,” ucap Ezra.

lowongan pekerjaan
KISEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…