Polisi berjalan di dekat reruntuhan di kawasan Manta, Minggu (17/4/2016), yang hancur akibat gempa bumi di Ekuador, Sabtu (16/4/2016). (JIBI/Solopos/Reuters)
Rabu, 20 April 2016 21:10 WIB Tutut Indrawati/JIBI/Solopos Internasional Share :

GEMPA EKUADOR
Gempa Kuat Kembali Terjadi

Gempa Ekuador kembali terjadi, Rabu (20/4/2016).

Solopos.com, QUITO – Gempa berkekuatan 6,2 skala Ritcher (SR) mengguncang lepas pantai Ekuador, Rabu (20/4/2016). Guncangan terjadi empat hari setelah hantaman gempa 7,8 SR yang menewaskan setidaknya 480 orang.

Menurut Pusat Peringatan Tsunami Pasifik (PTWC) pusat gempa berada 70 kilometer barat daya Esmeraldas dan berada di kedalaman 10 kilometer.

Tidak ada peringatan tsunami atas insiden yang terjadi pukul 03:33 waktu setempat itu. Sejumlah warga di Cojimies mengaku merasakan gempa tremor. Guncangan yang terjadi selama 30 detik itu membangunkan warga, mereka pun berhamburan menuju jalan-jalan dan ruang lapang.

Sementara hingga Selasa (19/4/2016) petang korban tewas akibat gempa yang terjadi pada Sabtu (16/4/2016) dilaporkan tercatat 480 orang dan lebih dari 4.000 orang terluka. Jumlah korban diperkirakan bakal meningkat.

Upaya penyelamatan dan pencarian korban terus dilakukan di antara reruntuhan, rumah, hotel, toko-toko dan bangunan-banguna lain. Menurut pemerintah setempat gempa terdasyat dalam satu dekade terakhir itu menghancurkan sekitar 1.500 bangunan, memicu longsor, dan mengakibatkan 20.500 orang mengungsi.

Presiden Ekuador, Rafael Correa, mengatakan kerugian yang ditimbulkan akibat gempa dapat mencapaiUS$3miliar atau sekitar Rp39,6 triliun.

“Jangan menipu diri kita sendiri, itu akan menjadi sebuah perjuangan panjang.  Rekonstruksi selama bertahun-tahun, miliaran [dolar] dalam investasi. Dalam jangka pendek, kita akan membutuhkan puluhan juta dolar,” kata Correa,

Seperti diberitakan sebelumnya keadaan darurat dinyatakan di enam provinsi yakni Esmeraldas, Los Rios, Manabi, Santa Elena, Guayas dan Santo Domingo menyusul gempa itu.Kota Muisne, Provinsi Esmeralda berada di area yang paling dekat dengan pusat gempa. Walikota setempat mengatakan semua warga telah dievakuasi ke tempat-tempat pengungsian di pulau terdekat.

“Kami telah kehilangan semua yang kami  dapat dari hasil kerja selama bertahun-tahun.” tuturnya.  Warga lain yang berada di desa-desa dan kota yang terisolasi akibat bencana berjuang tanpa pasokan air, listrik, maupun transportasi.

 

 

 

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…