Daffa Farros Oktoviarto dan neneknya, Murti. (Detik.com)
Rabu, 20 April 2016 11:46 WIB Himawan Ulul/JIBI/Solopos.com Peristiwa Share :

BOCAH CEGAT PEMOTOR
Pernah Ditabrak, Alasan Daffa Adang Motor Masuk Trotoar

Bocah adang motor Semarang masih duduk di bangku SD.

Solopos.com, SEMARANG – Bocah bernama Daffa mendadak heboh di sosial media (sosmed) berkat aksi beraninya mengadang pengendara sepeda motor yang nekat naik ke trotoar. Rupanya tindakannya itu bukan tanpa alasan.

Ketika dijumpai di rumahnya yang berlokasi di Gisikdrono, Semarang Barat, Kota Semarang, bocah dengan nama lengkap Daffa Farros Oktoviarto itu mengaku melakukan aksinya lantaran tidak ingin orang lain celaka tertabrak motor seperti yang pernah ia alami beberapa waktu lalu.

Bocah laki-laki sembilan tahun yang saat ini duduk di bangku sekolah SD Kalibanteng Kidul 01 tingkat IV itu juga ingin menegakkan aturan penggunaan trotoar untuk pejalan kaki. Daffa mengaku mengetahui aturan itu melalui spanduk dan siaran televisi.

“Kan memang motor lewat trotoar enggak boleh. Saya lihat [larangannya] di TV sama baca spanduk di pinggir jalan,” ungkap Daffa sebagaimana dikutip Solopos.com dari laman Detik, Selasa (19/4/2016).

Sementara Murti, 71, nenek Daffa mengatakan sebelumnya tidak mengetahui jika cucunya kerap melakukan tindakan senekat itu. Setelah tahu, seperti dilaporkan laman Okezone, Ia mengaku khawatir karena Daffa berurusan dengan orang dewasa.

Murti juga takut jika ada pengendara motor yang merasa tersinggung dan lepas kontrol sehingga membuat Daffa celaka. Oleh alasan itu, ia pernah beberapa kali memaksa Daffa pulang ketika tengah beraksi mengadang pengendara motor yang melanggar aturan.

Sebelumnya, aksi Daffa menjadi trending sosmed setelah sebuah video diunggah ke Instagram oleh akun Saefana. Keberanian bocah itu mendapat pujian dari ribuan netizen, termasuk Wali Kota Semarang Hendra Prihadi.

LOWONGAN PEKERJAAN
DIBUTUHKAN TENAGA JAHIT, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…