Traktor bantuan pemerintahan Jokowi dibagikan di Jombang, Jumat (8/5/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Syaiful Arif) Traktor bantuan pemerintahan Jokowi dibagikan di Jombang, Jumat (8/5/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Syaiful Arif)
Rabu, 20 April 2016 00:40 WIB JIBI/Harian Jogja/Newswire Bantul Share :

BANTUAN ALAT PERTANIAN
Petani Bantul Diminta Rawat Traktor Bantuan

Bupati Bantul, Suharsono menyerahkan 35 unit traktor tangan pembajak sawah bantuan Kementerian Pertanian RI kepada kelompok tani.

 

 
Solopos.com, BANTUL– Bupati Bantul, Suharsono menyerahkan 35 unit traktor tangan pembajak sawah bantuan Kementerian Pertanian RI kepada kelompok tani se-kabupaten tersebut di Pendopo Parasamya, Selasa (19/4/2016).

“Kami berharap dengan bantuan traktor tangan ini, para petani dapat mengolah lahan pertanian lebih tepat waktu dan meningkatkan hasil pertanian, sehingga kita dapat mencapai swasembada pangan,” kata Bupati di sela penyerahan traktor tangan secara simbolis di Bantul.

Secara simbolis bantuan traktor tangan diserahkan kepada ketua tiga kelompok tani, yaitu Ketua Kelompok Tani Madyo Busuran Desa Donotirto Ngatijo, Ketua Kelompok Tani Tirto Nugroho Anas Martanto dan Ketua Kelompok Tani Ngudi Makmur Dusun Jetis Patalan Marjiyo.

Selain itu, Bupati juga berharap petani dapat memanfaatkan traktor tangan dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan kelompok dan merawat bantuan alat mesin pertanian tersebut, supaya tidak rusak dan waktu penggunaan lebih panjang.

“Saya harap ada perawatan terhadap mesin pertanian, misalnya dicuci setelah dipakai, oli selalu dicek jangan sampai habis, supaya tidak cepat rusak, sehingga dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang,” kata Suharsono.

Bupati juga mengatakan, sebagai pimpinan akan memberikan wewenang penuh kepada para kepala desa untuk menggunakan dana desa demi memajukan kesejahteraan petani. Kemudian pihaknya akan berusaha minta ke pusat supaya mendapat tambahan bantuan.

“Saya akan terus berkoordinasi dengan teman-teman bidang pertanian di Dinas Pertanian dan Kehutanan, misalnya kalau masih dibutuhkan bibit atau alat apa bisa disampaikan, agar bisa saya mintakan ke pemerintah pusat,” katanya.

Sementara itu, pelaksana tugas (plt) Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Bantul Heni Purwanta mengatakan, Bantul pada 2016 mentargetkan produksi padi sebanyak 192.963 ton dengan sasaran luas tanam mencapai 30.211 hektare yang tersebar di 17 kecamatan.

“Kami patut bersyukur, karena tahun ini kelompok tani di Bantul mendapat bantuan traktor tangan untuk yang kesekian kali dari Kementan, dengan bantuan ini serta pendampingan yang baik diharapkan target produksi padi tahun ini bisa tercapai,” katanya.

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…