Siswa SMK Negeri 2 Solo mengerjakan soal menggunakan komputer saat mengikuti Ujian Nasional (UN) hari pertama berbasis komputer atau Computer Based Test (CBT) di SMK Negeri 2 Solo, Senin (13/4). Pelaksanaan UN CBT untuk siswa SMA/SMK sederajat di Kota Solo pada hari pertama berjalan lancar tanpa ada gangguan tekhnis. Ilustrasi Ujian Nasional yang dilaksanakan dengan sistem computer based test atau Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). (JIBI/Solopos/Dok.)
Rabu, 20 April 2016 14:20 WIB Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

ALIH WEWENANG SMA/SMK
Sekolah Berharap Pengalihan Wewenang Memberikan Dampak Positif

Alih wewenang SMA/SMK diharapkan memberi dampak positif pada sekolah

Solopos.com, JOGJA-Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berharap pengalihan wewenang memberikan dampak positif terhadap perkembangan sekolah sebagai sebuah institusi.

Seperti diungkapkan oleh Kepala SMK Negeri 2 Depok Aragani Mizan Zakaria pada Selasa (19/4/2016). Menurut Undang-undang No.23/2014 tentang Pemerintah Daerah telah diatur mengenai pengalihan wewenang yang harus dipatuhi oleh setiap sekolah, begitu juga SMK Negeri 2 Depok.

Gani menilai, ada sisi positif dan negatif atas pengalihan wewenang ke tingkat Pemerintah Propinsi, namun ada peluang yang bisa digunakan oleh sekolah yang telah berpindah kewenangannya, untuk berkembang.

Selama ini, lanjutnya, bisa dikatakan sekolah-sekolah di tiap kabupaten/kota begitu terpilah-pilah, dengan menyatu lewat kebijakan pengalihan wewenang ini maka ia berharap hubungan antar instansi bisa lebih luas dan lebih berkembang lagi demi kemajuan DIY.

“Di SMK Negeri 2 Depok, semua proses sudah selesai, meskipun penyerahan secara resmi ke Propinsi baru akan dilakukan pada Oktober 2016,” tuturnya.

Sedangkan dihubungi lewat sambungan telepon, Kepala SMA Negeri Pembangunan 4 Playen Sarono berharap kebijakan pengalihan wewenang dapat membantu memenuhi kebutuhan guru di sekolah. Dari kebutuhan 25 guru, di sekolah baru ada 20 orang guru. Dan 20 orang ini juga masih perlu menambah jam belajar mengajar mereka di sekolah lain.

Bukan hanya itu, pengalihan wewenang diharapkan juga bisa membuat mobilitas guru lebih mudah, terutama bagi guru yang berasal dari Kabupaten lain misalnya Kulonprogo, aksesnya bisa lebih mudah dalam mengurus urusan gaji atau lainnya apabila urusan terpusat di Propinsi, bukan di kantor Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul.

“Selain itu juga, kemungkinan akan ada pemerataan distribusi dana kepada sekolah-sekolah, sehingga pengembangan sekolah di Kabupaten bisa lebih bagus lagi,” kata dia.

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….