Halaman Soloraya Harian Umum Solopos edisi Selasa, 19 April 2016
Selasa, 19 April 2016 10:30 WIB Jafar Sodiq Assegaf/JIBI/Solopos.com Peristiwa Share :

SOLOPOS HARI INI
Soloraya Hari Ini: Kabur dari Pengadilan, Tahanan Gondol Mobil

Solopos hari ini memberitakan kabar-kabar terkini di Soloraya.

Solopos.com, SOLO – Penataan Solo Utara untuk menyambut pengoperasian jalan tol Solo-Kertosono (Soker) yang melintasi Boyolali, Solo, Karanganyar, dan Sragen, akan difokuskan ke drainase.

Kabar ini menjadi berita utama halaman Soloraya Harian Umum Solopos edisi hari ini, Selasa (19/4/2016). Kabar lain, Tahanan kasus pencurian burung Tonny Christian, 56, yang kabur dari sel Pengadilan Negeri (PN) Tegal ditangkap polisi setelah membawa kabur mobil Honda Mobilio dari sebuah diler di Kecamatan Laweyan, Solo.

Simak rangkuman berita utama halaman Soloraya Harian Umum Solopos edisi hari ini, Selasa, 19 April 2016;

TOL SOKER: Drainase Jadi Perhatian Utama

Penataan Solo Utara untuk menyambut pengoperasian jalan tol Solo-Kertosono (Soker) yang melintasi Boyolali, Solo, Karanganyar, dan Sragen, akan difokuskan ke drainase.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Solo Endah Sitaresmi Suryandari mengatakan ekses kendaraan dari pembukaan jalan tol lintas Soloraya dengan interchange (akses keluar masuk) Ngesrep, Ngemplak, Boyolali; Klodran, Colomadu, Karanganyar; serta Kemiri, Gondangrejo, Karanganyar, telah dibicarakan dengan pemerintah pusat.

”Kami sudah sampaikan sebelum pengoperasian. Jalan yang terdampak nanti kemungkinan Jl. Adi Sumarmo, Jl. Ki Mangun Sarkoro, dan Jl. Letjen Suprapto. Kalau dari infrastruktur saya kira tidak masalah karena statusnya sudah jalan nasional. Nanti solusinya dari pemerintah pusat,” jelas dia saat ditemui Espos di ruang kerjanya, Senin (18/4) siang.

Baca selengkapnya: epaper.solopos.com

STREET FOOD FESTIVAL: Laris Manis sampai Tak Sempat Makan

”Gorengannya dibakar ya Mbak? Silakan mencari tempat duduk dulu, nanti kalau sudah matang saya antar,” ucap Sasongko kepada salah satu pembeli, Senin (18/4) siang. Pria yang mengenakan kaus oblong berwarna hijau tua itu lalu menaruh aneka gorengan pesanan pelanggannya ke alat pemanggang.

Klik…!!! Alat pemanggang khusus terlihat mengeluarkan api kecil. Sedikit demi sedikit, gorengan seperti tempe, tahu, dan risoles hangat dan matang. Sesekali, dia melayani pembeli yang antre sambil terus membolakbalikkan gorengan pada alat pemanggang supaya tidak gosong.

Tidak mau kalah, rekan kerjanya, Valent Febriano, juga melayani pembeli dengan menawarkan bermacam jenis nasi dan jajanan pasar yang tertata rapi di gerobak. “Ini ada nasi kucing, nasi pedas, arem-arem, jadah, dan wajik juga ada. Nasinya dibakar juga bisa kok,” kata Valent kepada pengunjung yang terlihat kebingungan memilih makanan.

Baca selengkapnya: epaper.solopos.com

TINDAK KRIMINALITAS: Kabur dari Pengadilan, Tahanan Gondol Mobil

Tahanan kasus pencurian burung Tonny Christian, 56, yang kabur dari sel Pengadilan Negeri (PN) Tegal ditangkap polisi setelah membawa kabur mobil Honda Mobilio dari sebuah diler di Kecamatan Laweyan, Solo.

Data yang dihimpun Espos di Mapolsek Laweyan, Senin (18/4), Tonny adalah tahanan Kejari Tegal. Ketika akan menjalani sidang di PN Tegal, Tonny, kabur ke Solo. Residivis ini melarikan diri dengan cara membobol atap sel PN Tegal sesaat sebelum mengikuti persidangan.

”Pelaku ini seperti belut. Sudah ditangkap dan mau disidang, malah kabur,” papar Kanitreskrim Polsek Laweyan, AKP Agus Pamungkas, kepada Espos di ruang kerjanya, Senin.

Baca selengkapnya: epaper.solopos.com

KASUS PENUSUKAN: Polisi Kantongi Identitas Terduga Pembunuh Fredy

Aparat kepolisian mengantongi identitas beberapa orang yang dicurigai sebagai pelaku penusukan terhadap Fredy Agus Prayitno, 19, warga RT 03/RW 03, Dusun Jatiagung, Desa Puhgogor, Kecamatan Bendosari, di sekitar Patung Kuda, Solo Baru, Grogol, Selasa (12/4) lalu.

Polisi belum mau mengungkap identitas maupun ciri-ciri orang tersebut. Mereka masih melacak keberadaan para pelaku dengan memanfaatkan teknologi informasi. Hingga Senin (18/4), polisi telah memeriksa tujuh saksi termasuk kakak kandung Fredy, Riyadi Srihartanto.

Selain itu, petugas juga meminta keterangan Wahyudi yang berboncengan dengan Riyadi saat kejadian. Hasil pemeriksaan dikumpulkan dan dianalisis untuk mengungkap kasus tersebut.

Ketiga pelaku berboncengan mengendarai sepeda motor Suzuki Satria FU warna hitam dari selatan menuju utara atau ke arah Bundaran Patung Pandawa. Ketiga pelaku tak memakai helm saat mengendarai sepeda motor.

Baca selengkapnya: epaper.solopos.com

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…