Kepala Dinas Pendidikan Menengah dan Nonformal (Dikmenof) Kabupaten Bantul, Masharun Ghozali saat menyerahkan piagam penghargaan Ujian Nasional berintegritas kepada SMK Ki Ageng Pemanahan yang diterima oleh Kepala Sekolah Wresti Eka Triyuliani, Senin (18/4/2016). (Foto istimewa) Kepala Dinas Pendidikan Menengah dan Nonformal (Dikmenof) Kabupaten Bantul, Masharun Ghozali saat menyerahkan piagam penghargaan Ujian Nasional berintegritas kepada SMK Ki Ageng Pemanahan yang diterima oleh Kepala Sekolah Wresti Eka Triyuliani, Senin (18/4/2016). (Foto istimewa)
Selasa, 19 April 2016 20:20 WIB Yudho Priambodo/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

Sekolah Harus Menjadi Tempat yang Menyenangkan bagi Siswa

Sekolah harus menjadi tempat yang menyenangkan bagi siswa

Solopos.com, BANTUL- Memasuki era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Bantul secara bertahap harus terus melakukan penataan dan meningkatkan kualitas lulusannya.

Setidaknya para siswa lulusan SMK tersebut memiliki tiga hal, yakni memiliki produktifitas yang tinggi, meningkatkan kualitas hasil produksi yang bagus, serta memiliki kompetensi yang sesuai dengan bidang jurusan yang ditekuni.

“Saat ini siswa lulusan SMK harus mampu berkompetisi dan meningkatkan kapasitas serta kualitas dirinya. Agar nantinya mereka mampu bersaing di dunia persaingan yang  begitu ketat,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Menengah dan Non Formal (Dikmenof) Kabupaten Bantul Masharun Ghozali, saat menyerahkan piagam intergritas Ujian Nasional (UN) tahun 2015 kepada SMK Ki Ageng Pemanahan, Bantul, Senin (18/4).

Ia menambahkan hal tersebut dapat terlaksana jika siswa juga mendapat dukungan yang maksimal dari pihak sekolah, ada dua hal yang  bisa dilakukan oleh sekolah.

“Pertama adalah menjadikan sekolah sebagai taman bagi siswa, artinya tempat yang menyenangkan bagi siswa agar betah belajar di sekolah, yang kedua menjadikan sekolah sebagai sebuah gerakan tripilar pendidikan yakni sekolah, keluarga, dan masyarakat bisa bergerak serempak dalam mendukung kesuksesan dan martabat pendidikan di  Bantul.”katanya.

Tidak hanya cukup hasil dari pendidikannya berupa nilai, namun ada hal yang lebih penting yakni bagaimana proses dan cara untuk meraih kesuksesan tersebut secara bermartabat, salah satunya meraih sukses dengan kejujuran.

Sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan kepada sekolah yang mengutamakan kejujuran dalam UN Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI melakukan penilaian untuk integritas UN tahun 2015. Dari 49 SMK dan SMA di Bantul ada 23 sekolah yang menerimanya salah satunya SMK Ki Ageng Pemanahan.

“Ini menjadi bukti bahwa SMK Ki Ageng Pemanahan memiliki integritas yang baik dan harus dipertahankan bahkan ditingkatkan di tahun-tahun mendatang,” kata Kepala Sekolah SMK Ki Ageng Panembahan Wresti Eka Triyuliani.

Ia menambahkan dalam rangka meningkatkan integritas dan kejujuran siswa, pihak sekolah banyak mengadakan kegiatan, diantaranya tadarus Al-Quran setiap pagi hari sebelum jam pelajaran, dengan harapan siswa bisa meresapi nilai-nilai agama dalam pembelajaran sehari-hari.

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…