Ilustrasi pengungkapan kasus penyalahgunaan narkoba. (JIBI/Harian Jogja/Dok.) Ilustrasi pengungkapan kasus penyalahgunaan narkoba. (JIBI/Harian Jogja/Dok.)
Selasa, 19 April 2016 19:50 WIB Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

RAZIA SALATIGA
Polres Hanya Ringkus 2 Pengedar Narkoba

Razia Salatiga, yang digelar Polres Salatiga untuk memberantas peredaran narkoba selama pelaksanaan Operasi Bersinar hanya mampu meringkus dua pengedar.

Solopos.com, SALATIGA – Selama menggelar razia sebagai pelaksanaan Operasi Berantas Sindikat Narkoba (Bersinar) 2016, 21 Maret-19 April, Satuan Narkoba Polres Salatiga hanya mampu meringkus dua pengedar narkoba, enam pelaku penyalahgunaan serta 4 gram barang bukti berupa sabu.

Hasil Operasi Bersinar 2016 di Salatiga ini disampaikan oleh Kapolres Salatiga, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Yudho Hermanto, saat dihubungi Semarangpos.com, Senin (18/4/2016) siang.

Yudho mengaku dua pengedar itu salah satunya bahkan berstatus sebagai kurir, yakni Eko “Kentir” warga Pancuran, Tingkir. Sedangkan satunya, adalah M. Taufik, 33, warga Jl Mayor Kusmanto, Pasar Kliwon, Serengan, Solo, yang ditangkap dari hasil penggerebekan rumah kos di Canden, Tingkir, 9 April lalu.

“Ini sesuai dengan target yang ditetapkan Polda Jateng. Di Salatiga, kalau melihat kasus ini berarti belum masuk kategori mengkhawatirkan. Meski Operasi Bersinar selesai besok 19 April [Selasa], kami tetap berkomitmen membersihkan Salatiga dari segala bentuk penyalahgunaan narkoba,” terang Yudho.

Senada juga diungkapkan Kepala Badan Narkotika Kota (BNK) Salatiga, Muh Haris, yang mengaku siap terus menggiatkan kampanye antipenyalahgunaan narkoba di Salatiga.

Muh Haris menambahkan, dengan adanya sejumlah temuan kasus narkoba di Salatiga, BNK telah melayangkan usulan pembentukan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) ke BNN pusat.

“Kami sudah melayangkan usulan ke BNN pusat lengkap dengan studi kelayakan pembentukan di Salatiga. Harapan kami hal itu segera ditindaklanjuti karena semakin banyak temuan kasus narkoba yang terjadi di Salatiga,” terangnya.

lowongan pekerjaan
PT. Merak Jaya Abadi, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Tanggung Jawab Kesehatan Masyarakat

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (29/11/2017). Esai ini karya Muhammad Sholahuddin, dosen di Universitas Muhammadiyah Surakarta dan kandidat doktor bidang ekonomi di International Islamic University Malaysia. Alamat e-mail penulis adalah muhammad.sholahuddin@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu terakhir ini beredar…