Ilustrasi sunday market manahan (JIBI/SOLOPOS/Burhan Aris Nugraha) Ilustrasi sunday market manahan (JIBI/SOLOPOS/Burhan Aris Nugraha)
Selasa, 19 April 2016 17:40 WIB Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos Solo Share :

PKL SOLO
Paguyuban Banjir Keluhan Sunday Market Manahan

PKL Solo, sejumlah pedagang Sunday Market Manahan tak sepakat lokasi baru di Alkid.

Solopos.com, SOLO–Pengurus Paguyuban pedagang kaki lima (PKL) Sunday Market menerima banyak keluhan dari para PKL soal rencana relokasi ke Alun-alun Kidul (Alkid) Keraton Solo.

Ketua Paguyuban PKL Sunday Market, Joni Jondari, mengaku ditelepon banyak PKL yang tidak sepakat dengan usulan Komisi IV DPRD Solo untuk menjadikan Alkid sebagai lokasi baru PKL Sunday Market di kompleks Stadion Manahan, Selasa (19/4/2016). Bukan hanya ditelepon, dia juga didatangi sejumlah PKL yang tidak ingin dipindah ke Alkid.

“Banyak telepon dari para PKL yang masuk ke HP [handphone] saya hari ini. Mereka menyampaikan keluhan soal usulan [anggota] Dewan yang ingin memindahkan PKL Sunday Market ke Alkid. Usulan itu mereka baca dari koran,” kata Joni saat ditemui Solopos.com di SDN Gambirsari, Banjarsari, Solo, Selasa.

Joni menjelaskan sebagian besar PKL Sunday Market yang menelepon dan menemuinya tidak ingin dipindah ke Alkid karena ruang publik tersebut sudah digunakan oleh PKL lain. Menurut dia, para PKL sebenarnya mau dipindah asal di lokasi yang kosong. Joni menyebut beberapa tempat yang diusulkan PKL, antara lain Benteng Vastenburg dan kompleks Mangkunegaran.

“Lapangan Mojosongo juga diusulkan PKL sebagai tempat relokasi. Hal itu sejalan dengan upaya Pemkot untuk mengembangan Solo utara. PKL bisa berjualan di tepi Jl. Jayawijaya sampai ke arah ring road [jalan lingkar]. Intinya, PKL mau direlokasi asal ke tempat yang benar-bener kosong dari kegiatan perdagangan,” ujar Joni.

Joni menjelaskan para PKL tidak mau ke Alkid lantaran merasa kasihan dengan ratusan PKL yang terlebih dahulu menggelar dhasaran. Mereka tidak enak hati pindah ke Alkid karena bisa mengurangi pendapatan para PKL yang berada di tepian Alkid tersebut. Joni berkomitmen akan menampung semua usulan dari para PKL untuk bisa segera disampaikan kepada Pemkot.

“Peguyuban PKL Sunday Market sebetulnya menerima kebijakan Pemkot. Cuma kami juga ingin menyampaikan beberapa pertimbangan. Kami istilahnya momong PKL. Sampai saat ini Pemkot belum ajak rembukan kami. Pengurus Paguyuban dan Korlap saat ini menjadi sasaran dari kegelisahan para PKL,” papar Joni.

Senada dengan Joni, Satgas Keamanan Sunday Market, Bajuri, juga mendapatkan banjir keluhan dari PKL Sunday Market. Menurut dia, para PKL ingin diperjuangkan untuk bisa tetap berjualan di kompleks Stadion Manahan. Mereka menyampaikan komitmen untuk siap berjualan dengan tertib dan rapi. Bajuri mengatakan para PKL resah apabila dipindah bisa kehilangan banyak pelanggan.

“Mereka tidak ingin pindah. Mereka meminta pengurus menyurvei tempat-tempat yang baik untuk menampung PKL Sunday Market. Hasil survei lantas dibicarakan dengan PKL sebelum diusulkan ke Pemkot,” terang Bajuri.

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…