Ilustrasi pemilihan umum kepala daerah (JIBI/Harian Jogja/Istimewa) Ilustrasi pemilihan umum kepala daerah (JIBI/Harian Jogja/Istimewa)
Selasa, 19 April 2016 09:55 WIB Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

PILKADA JOGJA
Kumpulkan KTP, Dewan Kecamatan untuk Jalur Independen Dibuka

Pilkada Jogja, Joint merancang konsep kampanye.

Solopos.com, JOGJA– Pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2017 memberikan ruang bagi bakal calon walikota dan wakil walikota Jogja dari jalur perseorangan atau independen. Setidaknya, balon tersebut mengantongi dukungan dari 26.000 orang yang dibuktikan dengan lampiran kartu tanda penduduk (KTP).

Ketua KPU Kota Jogja, Wawan Budianto menegaskan daftar pemilih tetap (DPT) pilpres lalu sebanyak 510.000. Jika tidak ada perubahan draf aturan PKPU Nomor 12 Tahun 2015 maka syarat dukungan calon perseorangan 8,5 persen atu sekitar 26.000-27.000 dari jumlah DPT.

“Untuk fixnya kami masih menunggu perubahan PKPU,” kata dia.

Bakal calon dari perseorangan yang sudah mendeklarasikan ikut dalam pilwalkot 2017 mendatang adalah Garin Nugroho dan Romy Heryanto. Pasangan calon ini diusung oleh gerakan masyarakat Jogja Independen atau JOINT yang lolos dalam konvensi.

Garin yang berlatar belakang sutradara film dan Romy dari konsultan usaha telah menyatakan kesiapannya ikut dalam bursa pilwalkot.

“Hadirnya JOINT sebagai momentum perubahan di segala aspek dalam pemerintahan Kota Jogja,” kata Romy.

Sebelumnya JOINT akan mengumpulkan sebanyak 45.000 KTP untuk mendukung pasangan calon independen selama tiga bulan kedepan. Untuk memenuhi target tersebut, JOINT akan membuka dewan kecamatan yang akan membantunya mengumpulkan KTP.

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…