Pasar Beringharjo sesak (JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto)
Selasa, 19 April 2016 17:55 WIB Kusnul Isti Qomah/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

PERTUMBUHAN EKONOMI DIY
BI Optimistis DIY Tidak Terpengaruh Pelemahan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi DIY disokong oleh Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Solopos.com, JOGJA—Badan Pusat Statistik (BPS) mengindikasikan jumlah masyarakat berpengeluaran tinggi mengalami penurunan, sebaliknya masyarakat berpengeluaran rendah naik. Namun, kondisi di DIY dinilai masih aman.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) Arief Budi Santoso mengaku belum melihat data yang dikeluarkan BPS. Namun, ia meyakini kondisi perekonomian di DIY lebih kuat karena disokong oleh Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

“Kalau 92 persen ekonomi DIY ditunjang UMKM rasanya sih stabil,” ungkap dia ketika ditemui di KPBI DIY, Jogja, Senin (18/4/2016).

Ia mengungkapkan, sektor UMKM mampu mempengaruhi kondisi ekonomi, tetapi cenderung lebih kuat ketika menghadapi perekonomian ekonomi. Pada 2015, diakui pertumbuhan ekonomi DIY sebesar 4,9% karena dipengaruhi pertumbuhan pada triwulan I dan II yang rendah. Tapi, DIY bisa bangkit pada triwulan III dan IV.

“Sekarang juga inflasinya rendah. Seharusnya sih enggak ya [jumlah orang berpengeluaran tinggi seharusnya tidak turun],” papar dia.

BPS mengeluarkan data yang menunjukkan tingkat ketimpangan pengeluaran antara orang kaya dan miskin atau gini ratio di Indonesia turun 0,01 poin menjadi 0,40 pada September 2015 dari 0,41 pada periode Maret 2015. Kondisi di DIY tidak jauh berbeda dengan kondisi nasional.

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….