Buruh tani memanen padi di Ngawi, Jawa Timur, Senin (19/10/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Ari Bowo Sucipto) Buruh tani memanen padi di Ngawi, Jawa Timur, Senin (19/10/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Ari Bowo Sucipto)
Selasa, 19 April 2016 16:05 WIB JIBI/Solopos/Antara Madiun Share :

PERTANIAN NGAWI
Anggota Kodim Ngawi Awasi Gerak-Gerik Pengepul Padi

Pertanian Ngawi ini terkait upaya Kodim Ngawi mendukung penyerapan beras petani oleh Bulog.

Solopos.com, NGAWI – Beragam cara diterapkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk membantu penyerapan beras petani oleh Badan Urusan Logistik (Bulog). Salah satunya Kodim 0805/Ngawi yang akan mengawasi para pedagang tengkulak padi di wilayah setempat.

Komandan Kodim 0805/Ngawi Letkol Infantri Mordhecai Triyandono di Ngawi, Senin (18/4/2016), mengatakan para tengkulak tersebut seringkali merugikan para petani dengan mempermainkan harga pasaran.

“Para tengkulak biasanya merayu petani untuk mau menjual gabahnya dengan harga minim bahkan di bawah harga pemerintah atau HPP. Kemudian, gabah itu dijual tinggi ke pengepul luar Ngawi untuk mendapatkan keuntungan,” ujar dia.

Jika hal tersebut terus dilakukan, lanjut dia, lama-lama harga gabah di Ngawi anjlok dan akan mengganggu penyerapan beras ke Bulog setempat.

“Karena itu, para tengkulak ini harus diawasi dan dicegah sepak terjangnya supaya tidak mendahului penyerapan pemerintah,” kata dia.

Dandim menjelaskan target penyerapan beras petani ke Bulog di Kabupaten Ngawi hingga 31 Mei 2016 mendatang mencapai 36.000 ton beras dari 50.000 ton beras di seluruh wilayah Bulog Divre IV Madiun.

“Hingga kini proses penyerapan terus berjalan. Saya optimistis target akan terpenuhi pada akhir Mei mendatang,” kata dia.

Wakil Kepala Bulog Sub Divre IV Madiun Edi Sanjono mengatakan target serapan total Bulog Sub Divre IV Madiun pada tahun 2016 mencapai 60.000 ton setara beras. Penyerapan tersebut diperoleh dari wilayah kerjanya yang meliputi Kabupaten Madiun, Ngawi, dan Kota Madiun.

“Saat ini proses penyerapan terus dilakukan. Per hari penyerapannya berkisar antara 90 hingga lebih dari 200 ton, baik di Ngawi maupun Madiun,” kata Edi.

Dari jumlah serapan sebanyak 60.000 ton itu, sebagian disumbang dari wilayah Ngawi sebanyak 36.000 ton dan Madiun sebanyak 13.922 ton setara beras. Sisanya pengadaan Bulog.

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…