Seorang warga membukukuan tanda tangan untuk meminta Kadus Mokol Eko Setyawan mundur. Proses tanda tangan ini dilakukan di teras mushola Polsek Wonosari. Senin (18/4/2016). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja) Seorang warga membukukuan tanda tangan untuk meminta Kadus Mokol Eko Setyawan mundur. Proses tanda tangan ini dilakukan di teras mushola Polsek Wonosari. Senin (18/4/2016). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Selasa, 19 April 2016 08:20 WIB David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

PERSELINGKUHAN GUNUNGKIDUL
Warga Tangkap Basah, Kadus Mokol Dituntut Mundur

Perselingkuhan Gunungkidul terungkap.

Solopos.com, GUNUNGKIDUL– Kepala Dusun Mokol, Desa Selang, Kecamatan Wonosari Eko Setyawan diminta mengundurkan diri dari jabatan yang diduduki sejak tiga tahun lalu. Desakan ini muncul karena yang bersangkutan dinilai tidak bisa mengemban amanan sebagai pemimpin. Sedang dari sisi prilaku  juga memiliki tabiat buruk karena diduga melakukan perselinguhkan.

Senin (18/4/2016) dini hari, Eko ditangkap basah oleh warga Dusun Mokol, saat sedang bersama seorang perempuan di sebuah kos-kosan di Jeruksari, Wonosari. Buntut dari penangakapan itu, ia dan wanita selingkuhannya diamankan di Polsek Wonosari.

Sekitar pukul 09.00 WIB, puluhan warga mendatangi polsek untuk meminta Eko mundur dari jabatan kadus. Namun hingga berita ini diturunkan, mediasi belum dilakukan karena Kepala Desa Selang Wardoyo dan Camat Wonosari Iswandoyo sedang melakukan pelatihan di Kota Jogja.

Kapolsek Wonosari Komisaris Polisi Riyanto membenarkan jika pihaknya telah mengamankan Kepala Dusun Mokol beserta seorang wanita. Namun demikian, pengamanan ini untuk menghindarkan keduanya dari amukan warga.

“Kita amankan di markas dan untuk penyelesaian akan dilakukan mediasi dengan kades dan camat,” kata Riyanto saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Senin (18/4/2016).

Dia mengakui, bersamaan dengan diamankan Kadus Mokol, puluhan warga dari dusun itu mendatangi polsek. Inti dari kedatangan itu meminta Eko turun dari jabatan kadus.

“Semua masih kondusif dan keputusan dari tuntutan warga akan dibahas dalam mediasi dengan kades,” ujar mantan Kapolsek Semanu ini.

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…