Jalan Malioboro kini lengang dari parkir sepeda motor, setelah relokasi parkir ke Jalan Abu Bakar Ali mulai diberlakukan, Senin (4/4/2016). (Gilang Jiwana/JIBI/Harian Jogja) Jalan Malioboro kini lengang dari parkir sepeda motor, setelah relokasi parkir ke Jalan Abu Bakar Ali mulai diberlakukan, Senin (4/4/2016). (Gilang Jiwana/JIBI/Harian Jogja)
Selasa, 19 April 2016 07:55 WIB Gilang Jiwana/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

PENATAAN MALIOBORO
PKL Baru Bermunculan di Sisi Timur, Ini Kata Haryadi

Penataan Malioboro terus ditertibkan.

Solopos.com, JOGJA-– Walikota Jogja Haryadi Suyuti dijadwalkan menghadap Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Dalam pertemuan itu dia memaparkan progres revitalisasi area Malioboro.

Haryadi mengatakan pertemuan itu berkaitan dengan maraknya kabar kondisi Malioboro yang dirasa gelap dan mulai bermunculan PKL baru di trotoar sisi Timur. Menurutnya kabar-kabar yang beredar itu tidak benar sehingga harus memberikan klarifikasi kepada Sultan.

Terkait progres revitalisasi Malioboro, dalam waktu dekat trotoar di depan hotel Inna Garuda akan segera dibongkar. Di saat bersamaan fasilitas street furniture juga akan dipasang. PKL yang ada di sekitar wilayah bongkaran akan digeser sementara waktu ke sisi selatan sampai areanya sudah selesai direnovasi.

“Digeser-geser saja seperti main catur. Renovasi bertahap ini juga tak mengganggu wisatawan jadi PKL bisa tetap beraktivitas seperti biasa,” tutur dia.

Sebelumnya, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan proyek revitalisasi Malioboro memang sengaja dilakukan secara bertahap. Untuk tahap awal Pemda akan memasang fasilitas yang bisa langsung dirasakan publik.

“Misalnya tempat parkir¬† kursi-kursi dan sebagainya,” kata dia.

Selain itu Sultan juga berencana membuat Malioboro lebih terang dengan menambah penerangan yang dipasang di tempat-tempat yang menjadi ikon Jogja seperti di stasiun Tugu, Titik Nol dan Benteng Vrederburg. Fasilitas lampu penyeberangan yang beroperasi saat tombolnya ditekan akan dipasang di beberapa titik zebra croaa.

“Jadi pejalan kaki ya harus tertib, kalau tidak mau tertib ya dipasangi besi oranye lagi,” ujar Sultan.

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…