Bupati Wonogiri Joko Sutopo (Trianto Hery Suryono/JIBI/Solopos) Bupati Wonogiri Joko Sutopo (Trianto Hery Suryono/JIBI/Solopos)
Selasa, 19 April 2016 05:30 WIB Rudi Hartono/JIBI/Solopos Wonogiri Share :

PEMBANGUNAN WONOGIRI
Bupati: Capaian Serapan Anggaran 2016 Harus Meningkat

Pembangunan Wonogiri diharapkan semakin cepat dilakukan dengan cepatnya penyerapan anggaran.

Solopos.com, WONOGIRI — Anggaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri 2015 terserap Rp1,877 triliun atau 86,06 persen dari total anggaran belanja senilai Rp2,181 triliun. Serapan anggaran tertinggi dicapai Pemerintah Kecamatan Purwantoro yang mencapai 98,47 persen.

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, menargetkan serapan anggaran tahun ini meningkat, agar capaian pembangunan lebih maksimal.

Berdasar data serapan anggaran 2015 yang diperoleh Espos dari Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Wonogiri, belum lama ini, serapan atau realisasi anggaran itu lebih tinggi dari serapan 2014. Serapan anggaran tahun tersebut yakni senilai Rp1,652 triliun.

Serapan anggaran belanja dibagi menjadi tiga komponen, yakni serapan belanja operasi seperti belanja pegawai, belanja barang dan jasa, belanja hibah, dan bantuan sosial. Selain itu terdapat belanja modal yang terdiri atas belanja tanah; peralatan dan mesin; jalan, irigasi, dan jaringan; aset tetap; dan aset lainnya. Komponen belanja lainnya adalah belanja tak terduga.

Belanja operasi terserap Rp1,386 triliun atau 83,62 persen dari total Rp1,657 triliun. Belanja modal terserap Rp311,99 miliar atau 91,01 persen dari total Rp342,815 miliar. Sedangkan belanja tak terduga terserap Rp56 juta atau 5,6 persen dari total Rp1 miliar.

Dilihat dari serapan berdasar satuan kerja perangkat daerah (SKPD), serapan tertinggi dicapai Pemerintah Kecamatan Purwantoro, yakni mencapai Rp2,63 miliar atau 98,47 persen dari total Rp2,67 miliar. Serapan tertinggi kedua dicapai Pemerintah Kecamatan Slogohimo yang mencapai Rp2,786 miliar atau 98,29 persen dari total Rp2,834 miliar.

Sedangkan serapan tertinggi ketiga dicapai RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso (SMS) yang mencapai Rp151 miliar atau 98,15 persen dari total Rp154,214 miliar.

Adapun serapan anggaran SKPD teknis lainnya seperti Dinas Kesehatan tercapai Rp101,044 miliar atau 85,78 persen dari total Rp117,799 miliar, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) tercapai Rp159,226 miliar atau 91,66 miliar dari total Rp173,716 miliar.

Kepala Bidang Akuntansi Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD), Slamet Widodo, menyampaikan serapan anggaran 2015 tidak jauh berbeda dengan serapan tahun-tahun sebelumnya yakni sekitar 86 persen-87 persen. Dia menyambut baik instruksi Bupati ihwal peningkatan serapan anggaran dengan mempercepat lelang kegiatan.

“Kalau realisasi pendapatan tinggi. Realisasi PAD [pendapatan asli daerah] 100,4 persen yakni mencapai Rp211,22 miliar dari target senilai Rp193,075 miliar,” kata Slamet.

Terpisah, Bupati menargetkan proyek-proyek di SKPD teknis dilaksanakan Mei. Hal itu berarti SKPD harus mulai melelangkan proyek pada April ini. Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Wonogiri, Aris Tri Budoyo, meyakini banyak proyek besar yang akan dilelangkan April ini. Proyek itu seperti peningkatan jalan oleh DPU yang anggarannya dari dana alokasi khusus (DAK) lebih dari Rp60 miliar.

 

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…