Petugas kesehatan memeriksa tensi salah seorang warga di tempat pengungsian di Balai Desa Talun, Kecamatan Ngebel, Ponorogo, Senin (18/4/2016) sore. (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)
Selasa, 19 April 2016 09:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

LONGSOR PONOROGO
Pengungsi di Desa Talun Mulai Terserang Penyakit

Longsor Ponorogo di Desa Talun membuat sejumlah warga pengungsi.

Solopos.com, PONOROGO – Warga Desa Talun, Kecamatan Ngebel yang mengungsi akibat bencana alam tanah longsor mulai terserang penyakit.

Penyakit yang menyerang warga yang mengungsi itu antara lain penyakit pernapasan, batuk pilek, tensi darah tinggi, hingga nyeri di bagian tubuh.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, ada sebanyak 105 jiwa dari 39 keluarga yang terdampak bencana tanah longsor dan tanah gerak di wilayah itu sejak Minggu (17/4/2016).

Dari 105 jiwa itu dibagi menjadi tiga tempat yaitu di Balai Desa Talun, rumah warha di Dukuh Krajan, dan ketua RT 003/RW 001.

Pantaun Madiunpos.com di Balai Desa Talun, Senin (18/4/2016) sore. Sejumlah warga yang mengungsi melakukan tes tensi darah di balai desa untuk mengetahui kondisi kesehatan tubuh.

Salah seorang warga pengungsi, Cipto, 66, mengatakan kondisi tubuhnya kurang sehat sejak berada di lokasi pengungsian. Dia mengalami demam dan nyeri di beberapa bagian tubuh.

“Setelah dites tensinya, juga menunjukkan angka yang cukup tinggi. Beberapa bagian tubuh saya nyeri,” kata dia saat berbincang dengan Madiunpos.com di Balai Desa Talun.

Petugas kesehatan Desa Talun, Kristina Dwi R., mengatakan ada sejumlah warga yang mengungsi mulai terserang penyakit. Mulai dari penyakit pernapasan, nyeri, batuk, pilek, hingga tensi darah naik.

Kristina menyampaikan sebagian besar warga mengalami tensi darah meninggi dan batuk pilek. Ini karena kondisi cuaca dan bencana alam yang mengakibatkan warga lebih tertekan.

“Warga yang menjadi korban bencana merasa tertekan dan itu menimbulkan tensi darah naik. Sejumlah warga juga mengalami sakit pilek dan batuk, ini karena kondisi cuaca yang cukup dingin,” ujar dia.

Lebih lanjut, dia menyampaikan untuk warga yang mengeluhkan sakit langsung diberikan obat sesuai keluhan. Dia memastikan stok obat di tiga tempat pengungsian aman, ini karena pihak Puskesmas menyediakan stok untuk memenuhi kebutuhan warga.

“Selain menyediakan obat, kami juga menyediakan vitamin dan obat antinyeri. Ini supaya kondisi warga yang mengungsi tetap sehat,” imbuh dia.

Kristina menambahkan untuk kebutuhan air bersih di tempat pengungsian telah tersedia. Selain itu, tempat mandi cuci kakus (MCK) juga dalam kondisi baik dan bersih.

Saat ini, pihaknya mendata ada satu warga yang mengungsi dalam kondisi hamil dengan usia kehamilan dua bulan.

“Ada satu yang hamil, tapi kondisinya masih baik dan belum ada keluhan. Namun, kami tetap siaga ketika dibutuhkan pengobatan,” ujar dia.

LOWONGAN PEKERJAAN
Bagian Legal, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…