Anak-anak Desa Talun, Kecamatan Ngebel, Ponorogo, bermain di tempat pengungsian di balai desa setempat, Senin (18/4/2016) malam. (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)
Selasa, 19 April 2016 12:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

LONGSOR PONOROGO
Anak-Anak Desa Talun Berbagi Mainan di Pengungsian

Longsor Ponorogo mengancam Desa Talun, anak-anak yang berada di tempat pengungsian saling berbagi permainan.

Solopos.com, PONOROGO – Anak-anak Dukuh Krajan, Desa Talun, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, terpaksa mengungsi lantaran rumah orang tua mereka tak lagi aman ditempati. Meski demikian, anak-anak tersebut tetap ceria menghabiskan waktu di tempat pengungsian.

Salah seorang anak Desa Talun, Septian Dimas Ferdiansah Ramadan, 7, terlihat ceria bermain bersama sejumlah teman seusianya di tempat pengungsian di Balai Desa Talun, Kecamatan Ngebel, Ponorogo, Senin (18/4/2016) malam. Ada sejumlah alat permainan yang disediakan pemerintah desa setempat bagi anak-anak di tempat pengungsian.

Sesekali anak-anak itu berebut mainan yang terbatas itu. Namun, mereka segera berbagi mainan dengan temannya.

Dimas, yang merupakan siswa kelas I SD Negeri 1 Talun bersama teman-temannya dengan asyik bermain di tempat pengungsian. Ada beberapa mainan yang digunakan anak-anak itu seperti bola, balok bongkar pasang, dan lainnya.

Mereka dengan akrab dan kebersamaan berbagi permainan dengan sesama anak yang ada di lokasi pengungsian. Meskipun suasana serba terbatas dan serta apa adanya.

“Di sini [tempat pengungsian] saya senang karena banyak temannya dan juga bisa bermain,” ujar bocah itu.

Seria Elfi Ayu Saputri, 10, yang juga telah dua hari mengungsi di Balai Desa Talun merasa senang bisa bermain bersama teman-temannya. Dia mengetahui kondisi rumahnya sedang tidak aman karena ancaman terjangan tanah longsor.

Siswi kelas III SDN 1 Talun itu mengatakan meski sedang di tempat pengungsian, dirinya tetap bersekolah. Ayu membawa seragam sekolah yang besok akan dikenakan.

Diberitakan anak-anak beserta puluhan orang lainnya warga Dukuh Krajan terpaksa mengungsi ke tempat yang dianggap lebih aman setelah terjadi bencana tanah longsor dan tanah gerak di desa tersebut, Minggu (17/4/2016).

Kepala Desa Talun, Waroto, mengatakan seluruh warga yang berada di Dukuh Krajan dievakuasi ke tiga lokasi karena kondisi rumah mereka tidak aman. Untuk anak-anak disediakan mainan supaya mereka tidak jenuh dan tidak tertekan saat menghadapi bencana seperti ini.

Pemerintah desa juga telah menyediakan sejumlah tikar untuk tempat tidur selama berada di tempat pengungsian. “Selain tikar, seluruh kebutuhan makanan juga disediakan pemerintah, mulai dari beras, mi instan, kopi, dan kebutuhan lainnya,” kata dia.

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…