Sejumlah pedagang, warga, annggota BPBD Karanganyar, dan petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api dan menyelamatkan barang milik pedagang di kios-kios. Si jago merah melalap ratusan kios di Pasar Karangpandan, Rabu (6/4/2016) sekitar pukul 01.30 WIB. (JIBI/Solopos/Istimewa/Camat Karangpandan) Sejumlah pedagang, warga, annggota BPBD Karanganyar, dan petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api dan menyelamatkan barang milik pedagang di kios-kios. Si jago merah melalap ratusan kios di Pasar Karangpandan, Rabu (6/4/2016) sekitar pukul 01.30 WIB. (JIBI/Solopos/Istimewa/Camat Karangpandan)
Selasa, 19 April 2016 00:15 WIB Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

KEBAKARAN KARANGANYAR
Pedagang Pasar Karangpandan Korban Kebakaran Mulai Berjualan

Kebakaran Karanganyar, pedagang korban kebakaran Pasar Karangpandan mulai bangkit.

Solopos.com, KARANGANYAR–Pedagang yang menjadi korban kebakaran di Pasar Karangpandan mulai berjualan untuk mengumpulkan modal. Sejumlah pedagang mulai berjualan di sekitar los Pasar Karangpandan yang terbakar. Mereka menempel pada lapak milik pedagang lain yang masih utuh. Pedagang yang sudah tidak memiliki barang dagangan karena terbakar memilih berjualan lainnya. Mereka berjualan makanan ringan di rumah.

Ketua Himpunan Pedagang Pasar Karangpandan, Karjo Wignyo Utomo, menyampaikan hal itu saat dihubungi Solopos.com, Senin (18/4/2016). Salah satu tetangga rumahnya menjadi korban kebakaran los Pasar Karangpandan. “Ada yang berjualan di dekat puing-puing. Tetapi, kami ingatkan agar pindah. Kami khawatir sewaktu-waktu atap los jatuh malah menimbulkan korban. Ada yang berjualan di rumah supaya dapur tetap ngebul mbak,” kata Karjo.

Karjo menyampaikan pedagang kecil kehabisan modal dan barang dagangan. Rata-rata mereka membutuhkan modal Rp30 juta agar usaha kembali berjalan. Di sisi lain, pedagang enggan menerima tawaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar agar berjualan di Pasar Karangpandan sisi utara. “Ya karena jauh, sepi. Dan di sana kan bukan kompleks berjualan pakaian,” ujar dia.

Sementara itu, Camat Karangpandan, Aji Pratama Heru Kristianto, menyampaikan pedagang belum menerima santunan korban bencana alam. Hal itu disampaikan saat ditanya apakah pedagang sudah menerima bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar setelah kebakaran Pasar Karangpandan. Pemkab berencana membangun los darurat dari Dana Tidak Terduga Rp200 juta.

Pemkab memprediksi los darurat berfungsi pada pertengahan Mei. Sementara itu, pedagang memilih menunggu pembangunan los darurat. Mereka enggan berjualan di Pasar Karangpandan sebelah utara. “Kami tidak bisa memaksa pedagang. Rata-rata memilih menunggu pembangunan los darurat. Kalau tidak mau apa oleh buat,” ujar dia.

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…