Polisi, Minggu (17/4/2016), mencari para korban di antara reruntuhan bangunan di kawasan Manta, akibat gempa mengguncang Ekuador. (JIBI/Reuters)
Selasa, 19 April 2016 12:00 WIB JIBI/Solopos/Antara Internasional Share :

GEMPA EKUADOR
Korban Tewas Jadi 413 Orang, Ekuador Butuh Ribuan Dollar untuk Rekonstruksi

Gempa Ekuador mengakibatkan ratusan jiwa melayang.

Solopos.com, PEDERNALES – Presiden Ekuador Rafael Correa pada Senin (18/4/2016) mengelilingi kota yang hancur akibat gempa di negaranya yang telah menewaskan 413 orang dan melukai 2.600 orang lebih. Correa kini mempertimbangkan pembangunan kembali negaranya yang membutuhkan biaya miliaran dolar dan potensi dampaknya pada ekonomi negara anggota OPEC yang sedang rapuh itu.

Namun para penyintas traumatis, yang bertemu dengan Correa dalam perjalanan kelilingnya dua hari setelah gempa 7,8 Skala Richter, lebih mengkhawatirkan kebutuhan darurat, mereka meminta air bersih.

Dengan korban jiwa yang kemungkinan akan bertambah serta rumah-rumah yang rata dengan tanah dan jalan-jalan dan jembatan yang rusak, Correa dengan wajah muram mengingatkan bencana terbesar di Ekuador itu meletakkan beban besar di negara Andes yang miskin tersebut.

“Rekonstruksi akan berbiaya miliaran dolar,” kata Correa di kota yang paling parah terdampak gempa, Portoviejo, tempat para penyintas mengerumuninya untuk meminta bantuan.

Menurutnya, dampak ekonominya akan sangat besar. Pertumbuhan ekonomi berpenduduk 16 juta jiwa yang utamanya bergantung pada minyak dan ekspor itu sudah diperkirakan mendekati nol tahun ini karena merosotnya pendapatan dari minyak.

Industri energi tampaknya terhindar dari kerusakan meski kilang utama Esmeraldas ditutup sebagai tindakan pencegahan.

Kendati demikian ekspor pisang, bunga, biji cokelat dan ikan akan melambat karena jalan-jalan rusak dan penundaan di pelabuhan.

Michael Henderson dari perusahaan konsultan risiko Maplecroft mengatakan Ekuador memiliki lebih sedikit pendukung untuk pulih ketimbang Chile, tempat gempa mengakibatkan kerugian 30 miliar dolar AS pada 2010.

LOWONGAN PEKERJAAN
Editor Biologi, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…