Peserta ujian calon pegawai negeri sipil (CPNS) mengerjakan soal dengan metode computer assisted test (CAT) di Graha Soloraya, Kantor Bakorwil II Gladak, Solo, Kamis (16/10/2014). Ujian yang berlansgung hingga Senin (27/10/2014) tersebut diikuti 10.656 peserta yang mendaftarkan diri untuk menjadi CPNS Boyolali, Wonogiri, Sragen, dan Solo. (Ardiansyah Indra Kumala/JIBI/Solopos) Peserta ujian calon pegawai negeri sipil (CPNS) mengerjakan soal dengan metode computer assisted test (CAT) di Graha Soloraya, Kantor Bakorwil II Gladak, Solo, Kamis (16/10/2014). Ujian yang berlansgung hingga Senin (27/10/2014) tersebut diikuti 10.656 peserta yang mendaftarkan diri untuk menjadi CPNS Boyolali, Wonogiri, Sragen, dan Solo. (Ardiansyah Indra Kumala/JIBI/Solopos)
Selasa, 19 April 2016 22:50 WIB Septina Arifiani/JIBI/Solopos.com Peristiwa Share :

CPNS 2016
Menpan RB Jamin Seleksi CPNS Tak Ada KKN

CPNS 2016 akan digelar tahun ini untuk formasi tertentu.

Solopos.com, JAKARTA – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Yuddy Chrisnandi, menjamin pelaksanaan seleksi CPNS ke depan bersih dan bebas KKN.

“Dengan menggunakan sistem CAT, seleksi CPNS akan berlangsung transparan dan objektif. Kami jamin tidak ada KKN, tidak ada bayar-bayaran,” ujar Yuddy saat berdiskusi dengan para peserta simulasi Computer Asissted Test (CAT) pada ajang Job Fair dalam rangka Reuni Akbar dan Musyawarah Besar Alumni UNPAD di Kampus UNPAD Jatinangor, Minggu (17/4/2016).

Ia mengatakan di era pemerintahan Presiden Jokowi tidak ada yang bisa masuk menjadi CPNS dengan cara titip. “Dulu ada istilah titipan pejabat, sekarang tidak ada lagi. Kalau ada yang mengatakan bisa titip, hohong itu,” sergah Yuddy seperti dilansir di situs resmi Menpan.go.id.

Terkait pelaksanaan Reuni Akbar dan Mubes Alumni UNPAD, Yuddy  menyampaikan harapannya agar momentum ini dimanfaatkan para alumni untuk membangun kebersamaan.

“Mari kita saling menguatkan, saling bersinergi untuk mensejajarkan UNPAD dengan perguruan tinggi lain, bahkan melampauinya. Semua komponen, baik rektorat, dosen, mahasiswa maupun alumni harus ngahiji,” tegas Yuddy.

 

 

LOWONGAN PEKERJAAN
Bagian Legal, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…