Ilustrasi 5G (Youtube) Ilustrasi 5G (Youtube)
Selasa, 19 April 2016 01:00 WIB Internet Share :

AKSES INTERNET
Teknologi 5G Diprediksi Beri Keuntungan Rp3.265 Triliun

Akses Internet 5G akan memberikan keuntungan Rp3.265 Triliun pada 2025.

Solopos.co, SOLO — Menurut penelitian yang dilakukan ABI Research, operator seluler harus mempersiapkan diri menyambut keuntungan yang besar pada tahun 2025 dari akses Internet 5G.

Jaringan akses Internet 5G diprediksikan akan memberikan keuntungan sampai US$247 miliar atau setara dengan Rp3.265 triliun. Seperti dikutip dari Telecomstechnews, Senin (18/4/2016) pertumbuhan ini akan didukung oleh pasar Amerika Utara, Eropa Barat, dan Asia-Pasifik.

“Akses Internet 5G akan menjadi teknologi seluler yang berkembang dengan cepat. Kemungkinan besar lebih cepat dari generasi sebelumnya, termasuk 4G”, ujar Managing Director dan Wakil Presiden di ABI Research, Joe Hoffman.

Ia menambahkan, akses Internet 5G akan menghasilkan pendapatan baru di pasar. Spesifikasi teknis yang tepat dari 5G belum diselesaikan, tapi bentuk standarnya diharapkan selesai pada 2020. Tidak lama setelah itu, setiap vendor dan operator akan bersaing untuk saling memberikan pelayanan 5G pada pelanggannya.

Seperti kasus peluncuran setiap generasi sebelum akses Internet 5G, hambatan utama akan selalu berada pada teknologinya sendiri dan isu-isu di sekitarnya, seperti spektrum fragmentasi, cakupan wilayah, ketersediaan perangkat, dan CAPEX/OPEX.

Di atas segalanya, harus ada yang bisa memastikan akses Internet 5G akan menjadi unggulan dan memiliki keuntungan dibandingkan jaringan sebelumnya.

Dalam rangka memfasilitasi permintaan ketersediaan yang diperkirakan membludak karena akses Internet yang cepat, ABI Research merencanakan untuk meluncurkan 8,5 juta gelombang milimeter untuk digunakan pada 2020.

Selain itu sepetti dikutip dari Detik, Senin, perusahaan teknologi Intel telah jauh-jauh hari memproyeksi keunggulan dari mobile broadband generasi kelima alias 5G.

Seperti tertuang dalam paparannya disebutkan panggilan yang terputus dan akses Internet smartphone yang bermasalah dapat membuat orang jengkel. Tak hanya itu, koneksi nirkabel yang buruk bahkan membuat mobil otonom atau self-driving car yang saat ini sedang dikembangkan bisa terjun sendiri ke dalam jurang.

Era Internet-of-me-and-my-things mempunyai andil membentuk para pemimpin teknologi dunia berkompetisi untuk membangun jaringan nirkabel 5G, yang pengaktifannya secara massal dijadwalkan pada tahun 2020.

Akses Internet yang andal menjadi sangat vital untuk peningkatan berbagai aspek dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu telah menjadi kebutuhan dasar bagi rumah tangga seperti halnya jaringan pipa air minum dan kabel listrik, menurut laporan dari 10 Hot Consumer Trends 2016 yang dilakukan oleh Ericsson ConsumerLab, mewakili lebih dari 1 miliar orang dari 24 negara.

Laporan Ericsson menunjukkan sebanyak 55% pengguna smartphone percaya dalam lima tahun ke depan, rumah mereka akan tertanam sensor yang dapat mencari kesalahan konstruksi, kebocoran air dan masalah listrik.

Menurut Vice president of the Intel Communication and Devices Group, Aicha Evans, bahkan jaringan akses Internet 4G tercepat dan paling canggih di dunia tidak terbukti di masa mendatang bisa menangani arus deras data nirkabel yang dipakai secara bersamaan oleh orang, perangkat dan mesin.

“Akan ada 50 miliar benda pada jaringan, termasuk manusia, perangkat, mesin, pada tahun 2020 nanti, dan itu akan meledak jumlahnya,” kata Evans.

Untuk menjaga nasib dunia digital dari ledakan dalam makna sesungguhnya, Evans memastikan jaringan nirkabel masa depan akan jauh lebih cerdas, efisien dan kapabel dibandingkan dengan akses Internet 4G tercanggih saat ini.

Evans sedang merancang inovasi komputer dan komunikasi baru yang memanfaatkan jaringan seluler yang ada dan teknologi nirkabel  seperti 3G, 4G dan Wifi sambil meningkatkan kecepatan transmisi data hingga 10 gigabit per detik.

“Ketika kita berbicara tentang akses Internet 5G, kita harus mengambil dalam konteks evolusi jaringan dari 2G untuk suara, 3G untuk data dan 4G untuk ledakan data dan video streaming,” katanya.

Evans mengatakan akses Internet 5G sedang dibuat berdasarkan kebutuhan pengguna di masa depan. Teknologi ini akan menangani 7 miliar orang atau lebih dan hampir lima kali dari jumlah perangkat atau talking machine pada saat yang sama yang terhubung melalui teknologi yang tak terlihat di udara.

Ini akan memberi pengguna kontrol atas pengalaman yang kaya atas media, seperti memilih perspektif kamera khusus pada tayangan olahraga langsung. Ini akan menguatkan Internet of Things, memungkinkan mobil otonom, peralatan rumah pintar dan mesin manufaktur untuk berkomunikasi dan berfungsi dengan sedikit atau tanpa perantaraan manusia.

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.MICROVISION INDONESIA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…