PSSI kembali beraksi dengan menjatuhkan sanksi kepada perangkat pertandingan Piala Kemerdekaan.
Selasa, 19 April 2016 14:35 WIB JIBI/SOLOPOS/Bola.net Indonesia Share :

86 TAHUN PSSI
PSSI Ingin Diakui

86 tahun sudah usia PSSI. PSSI berkeinginan untuk diakui.

 
Solopos.com, JAKARTA — Hari ini, Selasa (19/4/2016) merupakan hari spesial bagi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Sebab, federasi yang didirikan pada tahun 1930 itu hari ini berusia 86 tahun.

Namun, usia ke-86 dicapai PSSI dengan tidak mudah. Lantaran, federasi tertinggi sepakbola di tanah air itu hingga saat ini masih terbelenggu dengan Surat Keputusan (SK) pembekuan dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi sejak 17 April 2015.

Meski dalam keadaan tidak diakui pemerintah, PSSI ingin tetap menunjukan eksistensi mereka. Sehingga ulang tahun kali ini diberi nama ‘We Are PSSI’.

“Dalam kondisi prihatin ini, PSSI tetap eksis. Usia PSSI lebih tua dari republik ini,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Azwan Karim kepada wartawan di Kantor PSSI, Senin (18/4/2016).

“Jadi jangan sampai di masyarakat terkesan PSSI hanya ada di kantor ini saja. PSSI itu terdiri dari 34 Asprov dan di bawahnya itu adalah anggota PSSI. Kami ingin seluruh anggota ada PSSI di dada mereka,” tambahnya.

Sebuah harapan besar pun dilambungkan PSSI. Federasi yang dipimpin La Nyalla Mahmud Mattalitti itu berharap menpora bisa segera mencabut SK pembekuan.

“Meskipun sebenarnya itu sudah otomatis dicabut karena keputusan kasasi Mahkamah Agung. Supaya seluruh kegiatan sepakbola bisa kami jalankan sesuai dengan mandat yang teratas yaitu FIFA,” tutur Azwan.

Rencananya, PSSI bakal merayakan hari jadinya di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Para stakeholder sepakbola dan seluruh anggota PSSI yang terdiri dari 782 anggota diundang merayakan HUT ke-86 ini.

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…