Obyek wisata Kalibiru di Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, Kulonprogo diserbu ribuan pengunjung, Minggu (19/7/2015). (Harian Jogja/Rima Sekarani) Obyek wisata Kalibiru di Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, Kulonprogo diserbu ribuan pengunjung, Minggu (19/7/2015). (Harian Jogja/Rima Sekarani)
Senin, 18 April 2016 21:55 WIB Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

WISATA KULONPROGO
Promosi Wisata dengan Aplikasi Android, Mungkinkah?

Wisata Kulonprogo diharapkan memanfaatkan teknologi untuk promosi

Solopos.com, KULONPROGO -Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kulonprogo kembali meminta Pemkab Kulonprogo lebih agresif dalam upaya promosi wisata. Promosi seharusnya dilakukan secara lebih kreatif dan mengikuti kemajuan teknologi informasi.

Anggota Komisi IV DPRD Kulonprogo, Agung Raharjo mengatakan, Pemkab Kulonprogo mau tidak mau harus mengakrabkan diri dengan promosi berbasis digital. Peran website dan media sosial bisa lebih dioptimalkan.

Bahkan jika perlu, Agung juga merekomendasikan pemerintah membuat aplikasi khusus berisi informasi seputar pariwisata Kulonprogo yang bisa diakses masyarakat melalui ponsel android.

“Misalnya aplikasi Go KP atau Go Kulonprogo yang bisa jadi panduan wisata efektif bagi masyarakat pengguna andoid,” ungkap Agung, Sabtu (16/4/2016).

Agung menjelaskan, aplikasi tersebut dapat dirancang sedemikian rupa agar memuat informasi mengenai berbagai obyek wisata di Kulonprogo, baik yang sudah populer maupun masih dirintis.

Aplikasi itu juga bisa dilengkapi dengan jalur wisata serta peta kuliner dan oleh-oleh. “Sekarang jangan cuma website lagi. Aplikasi di android lebih menarik, praktis, dan mudah diakses,” kata dia.

Menurut Agung, promosi wisata memang perlu mempertimbangkan tren yang berkembang di masyarakat. Selain aplikasi android, tidak ada salahnya jika setiap obyek wisata menyediakan ruang khusus untuk foto selfie para pengunjung.

Lokasi selfie juga bisa dilengkapi dengan properti tertentu yang menunjukkan identitas obyek wisata bersangkutan. Agung menyontohkan papan kayu bertuliskan ‘Kali Biru’ yang sering dibawa pengunjung saat berfoto di gardu pandang setempat. Meski sederhana, properti itu dinilai cukup efektif sebagai media promosi.

Agung lalu mengatakan, munculnya sejumlah potensi obyek wisata baru juga harus disambut pemerintah sebagai peluang meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Perlu ada pemetaan untuk melihat mana yang bisa dikembangkan jadi sumber pendapatan asli daerah (PAD). Penataan lokasi dan upaya promosi perlu digarap dengan serius agar obyek wisata baru tidak hanya jadi destinasi musiman.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Kulonprogo, Krissutanto menyatakan bakal berupaya meningkatkan kualitas promosi wisata. Berbagai fasilitas umum di tempat wisata juga akan dilengkapi dan diperbaiki secara bertahap agar pengunjung merasa nyaman dan tidak ragu datang kembali.

LOWONGAN PEKERJAAN
FORTUNA STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…