Unggahan Kemal Palevi (Twitter.com) Unggahan Kemal Palevi (Twitter.com)
Senin, 18 April 2016 18:23 WIB Evi Handayani/JIBI/Solopos.com Internet Share :

VIDEO KONTROVERSIAL
Minta Maaf, Ini Penjelasan Kemal Palevi Soal Video “Tanya Ukuran Bra”

Video kontroversial kali ini datang dari Kemal Palevi.

Solopos.com, SOLO — Ahmad Kemal Palevi, komika jebolan Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) 2 tersebut, mengungkapkan permintaan maafnya atas rekaman video berisi pertanyaan ukuran bra kepada sejumlah wanita, yang membuat sebagian publik dunia maya (netizen), menghujatnya.

Terpantau pada akun Twitter Kemal, komika tersebut mengunggah rekaman video leluconnya bertema Nanya Ukuran Bra di laman berbagi Youtube, Sabtu (16/4/2016).

PAGI INI JAM 11, GUE BAKAL UPLOAD VIDEO INI DI CHANNEL YOUTUBE GUE!! SIAP-SIAP LO SEMUA #DERRR #IsengnyaKemal,” tulis pemilik akun @kemalpalevi tersebut, Sabtu.

Selanjutnya, pada Minggu (17/4/2016), Kemal kembali menulis pengumuman tentang rekaman video iseng bertanya ukuran bra. “Nanya Ukuran BH #IsengnyaKemal https://youtu.be/WXrIvEVUX74  baru aja di upload via @YouTube di channel gue!! Jgn lupa subscribe ya guys!!” tulis Kemal, Minggu.

Menurut Kemal, mulanya netizen menanggapi positif rekaman videonya tersebut. Namun, ternyata hal itu tak bertahan lama. Sadar videonya menuai kontroversi, Kemal menghapus video itu dari Youtube.

Dalam 17 kicauan Kemal di Twitter, Senin (18/4/2016) siang, komika tersebut mengaku tak menyangka konten video guyonannya cenderung mengarah ke hal negatif.

“Ternyata video youtube gue yg kemarin gue upload salah toh. Jujur aja gue baru tau, dan emang gak tau apa2 masalah ini.Buta aja gitu -_-,” tulis akun Kemal, @kemalpalevi .

Keberanian Kemal mengunggah rekaman videonya ke publik, karena responden yang ia tanyai ukuran branya tidak menampakkan ekspresi marah atau tersinggung. Sebaliknya, para responden yang ada di rekaman videonya, justru tertawa-tawa saat tahu perbincangan itu masuk Youtube.

“Karena emang pas gue bikin videonya, semua cewek2 ini gak ada yg marah, dan begitu mereka tau masuk youtube, mereka ketawa2. Dari situlah gue tarik kesimpulan ‘oh, aman tohh. Yaudah lanjutin deh pranknya. Aman kok’. Karena mereka semua happy, gak ada marah,” jelas Kemal.

Kemal pun menyadari kekurangannya dalam memandang ekspresi wajar dari para wanita yang jadi respondennya.

“Tapi ya emang bego aja guenya, kalau umur blm 17, blm berhak memutuskan, harus lewat persetujuan orangtuanya. Nah itu yg jujur gue miss. Dan salahnya gue juga, gak ada hitam di atas putih kalau mereka setuju gue masukin ke channel youtube. Cuma by omongan. Jd gue lemah,” tulis Kemal.

“Video ini emang diupload karena semua yang terlibat di project ini happy aja, termasuk korban. Yang gue salah, ternyata kehappy-an itu yang membutakan kesalahan yang udah gue lakukan,” lanjut Kemal.

“Korban” yang disebut Kemal di sini adalah remaja putri berusia 14 tahun, yang masuk sebagai respondennya. Dalam video tanya bra itu, Kemal sendiri berpura-pura menjadi seorang mahasiswa kedokteran yang perlu mengumpulkan data tentang ukuran bra wanita, untuk penelitiannya.

Pertanyaan Kemal mengenai ukuran bra kepada remaja berusia 14 tahun inilah yang mendapat sorotan tajam dari publik. Kemal mengaku minim pengetahuan mengenai isu sensitif ini, dan tak bermaksud menyinggung atau melecehkan siapa pun.

“Ditambah pemikiran bego gue ‘yah kalau nanya ukuran BH masih amanlah, toh toko BH dimana-mana ada, jd masih abu-abu. Toh gue gak maksa buat megang toketnya, atau maksa liat warna BH nya. Kalau nanya doang masih amanlah. Yg penting gak bawa agama dan suk. Itulah yg ada di otak gue waktu mengerjakan project ini :). Ya gue tau, bcndaan prank barat emang gak bisa masuk budaya sini :(,” tulis Kemal.

Selanjutnya, Kemal menyiratkan penyesalan karena telah mengunggah rekaman video yang ternyata menimbulkan keresahan publik.

“Mungkin kalau waktu itu gue ditampar, gue stop kali, gak berani. Tp ya gitu, semua happy. Serba salah jg, dan minim pengetahuan ttg ini. Dan begitu gue keluarin di youtube, awalnya semua orang comment positif. Ya gue makin pede, kalau emang ini masi dibatas sewajarnya. Wah udh kebawa emosi nih gue kyknya. Maaf2,” tulis Kemal.

“Yaudah, diakhiri aja. Terima kasih sudah menyimak & memberikan ruang untuk gue berpendapat, layaknya gua mendengar kalian berpendapat. Tapi apapun itu, sekali lagi gue mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kekeliruan gua di video tsb dan terima kasih untuk kritiknya,” tutup Kemal.

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…