Unggahan Kemal Palevi (Twitter.com) Unggahan Kemal Palevi (Twitter.com)
Senin, 18 April 2016 21:30 WIB Evi Handayani/JIBI/Solopos.com Internet Share :

VIDEO KONTROVERSIAL
Komika Indonesia Tanggapi Guyonan Kemal Palevi “Tanya Ukuran Bra”

Video kontroversial kali ini datang dari Kemal Palevi.

Solopos.com, SOLO — Rekaman video guyonan Kemal Palevi tentang ukuran bra kepada remaja putri berusia 14 tahun, dianggap kontroversial untuk ditampilkan ke publik. Hal tersebut mendapat tanggapan dari para komika Indonesia, rekan seprofesi Kemal.

Komika yang turut berpendapat mengenai guyonan Kemal ini antara lain Pandji Pragiwaksono, Raditya Dika, Andi Wijaya, dan Ernest Prakasa.

Menurut Ernest, sudah semestinya Kemal mempertangungjawabkan kontroversi yang ditimbulkannya secara dewasa.

Gw gak membela Kemal karena apa yang dia lakukan sudah seharusnya dipertanggungjawabkan secara dewasa. Gitu aja sih,” tulis Ernest Prakasa lewat akun Twitter-nya, @ernestprakasa, Senin (18/4/2016).

Sementara itu, sebagai senior Kemal di bidang Stan Up Comedy, Pandji Pragiwaksono mengungkapkan pandangannya lewat rekaman video Vlog bertanda pagar (tagar) #MIKIR.

Vlog #MIKIR hari ini adalah reaksi gue terhadap apa yg terjadi kepada Kemal. Semoga ga dihina,” tulis Pandji Pragiwaksono di akun Twitter-nya, @pandji.

Dalam rekaman video Vlog tersebut, Pandji berpendapat sebagai seorang komika, Kemal tidak bermaksud menyakiti atau melecehkan wanita. [Baca di sini: Guyonan Kemal Palevi Tuai Kritikan]

“Karena komedian selalu bermain dengan sambil mencari tahu batasnya di mana. So we do. Mungkin orang berpikir, kok bisa sih? emang itu lucu? Kami enggak buat lucu, itu emang lucu bagi sebagian orang,” kata Pandji.

Pandji menegaskan, apa yang ia ungkapkan bukan untuk membela Kemal, ia hanya merasa perlu meluruskan stigma masyarakat dalam merespons lelucon bertema “sensitif”.

“Gue enggak ngebela, gue hanyacenderung kaget dengan orang yang begitu giat dalam kebencian, semua masuk ke perahu kebencian. Gue pelawak, risiko yang sama juga bisa terjadi ke gue,”

Di sisi lain, Raditya Dika turut berkomentar tentang apa yang menimpa Kemal. Dika dalam kicauannya menyiratkan nasihat untuk jebolan Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) 2 tersebut, tentang triknya memilah postingan yang “aman” dikonsumsi publik.

“Karena dunia digital begitu luas, semua orang bisa mengkonsumsi. Jadi, tiap kreator harus punya cara self-censorshipnya masing2,” tulis Raditya Dika ?@radityadika.

“Makanya, tiap bikin sesuatu gue nanya ke diri sendiri dulu ‘aman gak ya kalo ini ditonton seorang anak perempuan bersama bapaknya?” tulis @radityadika.

“Cara seperti itu [buat gue] efektif untuk nahan diri bikin konten2 yg kurang pantas. Bisa jg ngebayangin keluarga besar kita akan menonton,” tutup Dika.

Lantas, Andi Wijaya atau Awwe, berupaya memberi pandangan objektifnya. Ia berpandangan Kemal tidak bermaksud melakukan sesuatu yang melecehkan.

Yg bs gw pastiin, Kemal gak ada niat utk menyinggung dll, knp dia begitu ya krn dia ngga ngerasa itu salah. Jd yg perlu adalah DIINGATKAN,” tulis Awwe.

Awwe berpendapat, sebaiknya publik tidak mencecar Kemal dengan komentar-komentar negatif, tapi cukup dengan mengingatkannya secara baik-baik.

“Ada baiknya lgsg twit ke org bersangkutan, kalo kenal lgsg hub saja. Diingatkan bagaimana kalo org tua anak itu nonton dll,” lanjut Awwe.

Teman2 comic seperti @Arie_Kriting udah ngingetin dia semalam di grup whatsapp kami. Dan jawaban Kemal memang dia gak sadar bkl kaya gini. Dia mikirin bgt dan gak nyangka byk yg tersinggung. Kalo udah gitu gmn dong? Sama kaya kita kalo gak sengaja salah aja kan.” ungkap Andi.

Jd yg mau ingetin silahkan ingetin. Knp kynya sosmed skrg ini haus bgt sama org bikin salah buat dihajar bareng. Dikit2 lapor dikit2 lapor. Ah lo pasti ngmng gitu karena temennya| iya betul, karena gw tau Kemal gak sejahat itu. Emang agak polos2 pe’a aja anaknya. Kalo gw sih mengkritisi kreatifitasnya, masa iya segitu doang,” ungkap Awwe.

Lantas, Awwe menutup kicauannya dengan harapan semoga apa yang ia ungkap kali ini tidak menyinggung siapa pun. “Ini pendapat gw, maaf juga kalo menyinggung. Cuma capek aja twitter ini dipenuhi kebencian. Ingatkan gw kalo gw melakukan hal yg sama,” tutupnya.

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

Kirab 3000 Sepeda akan Meriahkan Jogja Republik Onthel

Jogja Republik Onthel akan deklarasikan Jogja sebagai kota sepeda lagi Solopos.com, JOGJA– Jogja Republik Onthel akan deklarasikan Jogja sebagai kota sepeda lagi, Selasa (17/10/2017). Deklarasi itu akan dilakukan Minggu oleh 3.000 warga pedesaan (22/10/2017). “Kami mau merdeka, kepada pengendara motor…