Ilustrasi usaha kecil dan menengah batik tulis. (JIBI/Solopos/Dok.) Ilustrasi usaha kecil dan menengah batik tulis. (JIBI/Solopos/Dok.)
Senin, 18 April 2016 15:55 WIB Abdul Hamied Razak/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

USAHA KECIL
Sleman Gelar Gebyar 100 Kampung Digital untuk Pengembangan UKM

Usaha kecil di Sleman mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab)

Solopos.com, SLEMAN- Untuk memberdayakan potensi ekonomi lokal, Pemkab Sleman merilis Kampung Digital untuk pengembangan usaha kecil menengah (UKM), Minggu (17/4/2016).

Program ini selaras dengan program bina aspirasi untuk gerakan UKM di seluruh Indonesia (Bagus Indonesia) yang dicanangkan pemerintah pusat.

Menurut Bupati Sleman Sri Purnomo, kampung digital bagi UKM yang ditarapkan Pemkab bertujuan untuk menjadikan ekonomi lokal sebagai modal utama pembangunan di Sleman. Baginya, UKM harus terus didorong agar dapat mengembangkan diri sehingga tidak dipandang sebelah mata oleh pasar.

“Kampung digital diharapkan menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan UKM,” kata Sri saat launching Kampung Digital di lapangan Denggung, Minggu (17/4/2016).

Jika sebelumnya produk lokal Sleman belum dipublikasikan dan dipasarkan melalui pasar online, katanya, dengan kampung digital ini UKM dapat mengembangkan pasar ke tingkat yang lebih luas.

Terlebih saat ini, PT Telkom menyediakan infrastruktur telekomunikasi, memberikan pelatihan, pendampingan serta pemberian dana bergulir bagi UKM.

Selama 2015, katanya, Pemkab melakukan upaya penguatan Koperasi dan UKM dengan menggulirkan dana sebesar Rp6 miliar. Dana tersebut diperuntukkan bagi 26 Koperasi dan UKM dan Rp150 juta untuk pengembangan pariwisata.

“Demografi masyarakat yang beragam menuntut variasi kebijakan yang berpihak pada kepentingan publik. Saya berharap para pelaku usaha untuk merumuskan kebijakan CSR yang tepat sasaran sesuai dengan demografi dan kebutuhan masyarakat,” katanya.

Dalam mengembangkan usaha di Sleman, tambah Sri, Pemkab lebih berorientasi pada pengembangan usaha-usaha yang dapat memberdayakan masyarakat.

Artinya, usaha apapun yang dikembangkan harus mampu menyerap sebagian besar tenaga kerja lokal. Kebijakan tersebut diambil untuk melindungi masyarakat dari dampak-dampak negatif pengembangan usaha yang tidak melibatkan masyarakat sebagai tuan di rumah sendiri.

“Kami berharap dapat tercipta hubungan yang saling menguntungkan antara masyarakat dan pengusaha,” katanya.

Sementara, Kepala Dinas Disperindagkop Sleman Pustopo menyatakan, peserta Gebyar 100 Kampung Digital diikuti 100 UKM yang terdiri 27 sentra industri, 35 kelompok UKM dan 38 desa wisata.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat UKM menjadi UKM yang mandiri dan modern dengan dilakukan pembinaan secara terpadu.

Selain itu, kegiatan tersebut untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat UKM dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi secara komprehensip dan integratif untuk mendukung proses bisnis yang berjalan.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…