Petugas Rutan Boyolali menunjukkan sarung yang digunakan narapidana kabur. (Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/Solopos) Petugas Rutan Boyolali menunjukkan sarung yang digunakan narapidana kabur. (Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/Solopos)
Senin, 18 April 2016 15:40 WIB Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/Solopos Boyolali Share :

RUTAN BOYOLALI
Ini Yang Ditemukan Petugas di Luar Tembok Rutan, Diduga Milik Napi Kabur

Rutan Boyolali, ada sejumlah petunjuk dari kaburnya dua napi Rutan Boyolali.

Solopos.com, BOYOLALI–Aksi kaburnya dua narapidana penghuni Rumah Tahanan (Rutan) Boyolali terekam jelas melalui kamera closed circuit television (CCTV).

Selain terekam kamera CCTV, petugas Rutan Boyolali juga menemukan banyak bercak darah di balik tembok rutan sampai jalan dekat kampung warga. Bercak darah itu diduga milik dua narapidana yang kabur melompati tembok yang diatasnya banyak ada pagar berduri.

Seperti diketahui, dua narapidana yakni Mulyanto, 39, warga Purwosari RT 002/RW 014, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Laweyan, Solo, dan Sukino, 32, warga Dukuh Banger Karang RT 001/Rw 002, Desa Mojosari, Kecamatan Karanggede, melarikan diri dari rutan pada Minggu (17/4/2016) siang.

Kasat Pengamanan Rutan Boyolali, Fathur R.J., menjelaskan keduanya kabur saat agenda angin-angin. Dari pukul 07.00 WIB hingga 10.00 WIB, seluruh narapidana diberi kesempatan untuk bersih-bersih, mencuci baju, dan mandi.
“Kalau melihat rekaman CCTV, keduanya berusaha kabur saat cadong atau pemberian makan pagi. Saat itu kondisinya sangat ramai, 124 narapidana hanya diawasi tiga penjaga. Momen ini yang digunakan dua narapidana untuk masuk ke masjid,” papar Fathur.

??Keduanya diketahui naik ke lubang plafon masuk ke atap masjid. Diduga, keduanya cukup lama berada di atap masjid. “Di rekaman CCTV mereka ada di atap masjid hampir selama satu jam. Setelah itu mereka buka genting, turun dari atap masjid lari ke belakang aula dan naik tembok terus keluar.” Tembok rutan ada kawat berduri dan banyak ditemukan bercak darah.

Diakuinya, petugas tidak ada yang curiga dengan menghilangnya dua narapidana. Petugas baru tahu sekitar pukul 10.15 WIB. Ada salah satu narapidana yang sadar dan melihat sarung tergantung di atap masjid. “Akhirnya didata masuk ruangan dan ternyata benar ada dua yang melarikan diri.”

Mulyanto adalah penghuni kamar 6 khusus tahanan narkoba. Sedangkan Sukino penghuni kamar 3, yang marupakan narapidana kasus pencabulan.

Mulyanto pernah kabur saat masih menjadi tahanan Kejaksaan Negeri Boyolali, pada Oktober lalu dan berhasil ditangkap sebulan setelahnya di Wonogiri. Selama di rutan, Mulyanto lebih banyak diam. Dia merupakan narapidana yang santun, tidak banyak bicara, dan tidak pernah ada masalah dengan narapidana lain.

“Itulah salah satu ciri-ciri tahanan narkoba. Dia tidak mudah lepas dari jaringannya. Ada banyak cara yang sering dilakukan untuk keluar dari penjara misalnya, pendekatan dengan petugas atau bahkan kabur seperti ini.”

Dengan kaburnya dua narapidana, Rutan Boyolali menutup sementara layanan besuk tahanan. Pengumuman itu dipasang di depan rutan. “Ya, kunjungan mulai hari ini kami tiadakan dulu sampai situasi kondusif.”

Kepada petugas yang bertugas saat kejadian, Fathur memastikan akan ada sanksi. “Nanti sanksi tentu ada, dari atasan kami.”

Kapolres Boyolali, AKBP Budi Sartono, melalui Kasatreskrim, AKP Muhammad Kariri, menjelaskan saat ini tim masih melakukan penyelidikan. “Penyelidikan awal di sekitar tempat tinggal mereka. Kami juga koordinasi dengan polres sekitar untuk mengantisipasi kemungkinan kabur ke luar kota,” jelas Kasatreskrim.

lowogan pekerjaan
Supervisor Produksi, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…