Chairman and President Sahid Group Sukamdani Sahid Gitosardjono pukul bedug tandai Ramadan 2015, di Jakarta, Kamis (18/6/2015). (Nurul Hidayat/JIBI/Bisnis) Chairman and President Sahid Group Sukamdani Sahid Gitosardjono pukul bedug tandai Ramadan 2015, di Jakarta, Kamis (18/6/2015). (Nurul Hidayat/JIBI/Bisnis)
Senin, 18 April 2016 13:20 WIB Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

RAMADAN 1437 H
Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 1437 H Jatuh pada 6 Juni 2016

Ramadan 1437 Hijriyah jatuh pada 6 Juni berdasarkan penghitungan Muhammadiyah

Solopos.com, JOGJA-Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyatakan bahwa, 1 Ramadhan 1437 H atau Ramadhan 2016 jatuh pada 6Juni 2016.

Majelis Tarjih PP Muhammadiyah Oman Fathurrohman mengungkapkan, Muhammadiyah menggunakan perhitungan dengan kriteria wujudul hilal, yang memiliki tiga parameter, yaitu konjungsi antara matahari dan bulan, konjungsi terjadi harua sebelum matahari terbenam, terakhir saat matahari terbenam bulan belum terbenam dengan garis bulan masih di atas horizon.

“Ketiga parameter itu terpenuhi pada 6 Juni 2016,” ujarnya, dalam temu media di Aula PP Muhammadiyah, Senin (18/4/2016).

Selain itu berdasarkan hitungan yang dilakukan, 1 Syawal 1437 H jatuh pada 6 Juli 2016 dan pada 3 September 2016 memasuki 1 Zulhijah 1437 H. Dengan demikian, Idul Adha (10 Zulhijah 1437 H) jatuh pada 12 September 2016.

Sementara itu Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengungkapkan pihaknya ingin masyarakat menyambut kehadiran Ramadhan sebagai sumber nilai pencerahan.

Karena saat ini pemahaman agama kerap terjadi secara instan, padahal pemahaman instan ini rawan menjadi sumber intoleransi, penyimpangan, dan penggunaan agama sebagai alat meraih kekuasaan, bahkan benda komoditas semata.

“Semoga momen Ramadhan bisa bawa bangsa Indonesia menuju spiritual yang matang, ditunjukkan dengan tidak hedon, tidak mudah emosi, tidak konsumtif. Karena agama adalah nilai kehidupan, semoga bisa membawa negara menuju berkemajuan,” kata dia.

LOWONGAN PEKERJAAN
Bagian Legal, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…