Suasana di Sunday Market Manahan, Minggu (5/7/2015). Jumlah PKL di Suday Market terus meningkat hingga memakan ruang parkir pengunjung.(JIBI/Solopos/Irawan Sapto Adhi)
Senin, 18 April 2016 18:33 WIB Indah Septiyaning W/JIBI/Solopos Solo Share :

PKL SOLO
Pemkot Pastikan PKL Sunday Market Manahan Dipindah Satu Lokasi

PKL Solo, Wali Kota menjamin PKL Sunday Market Manahan direlokasi satu lokasi.

Solopos.com, SOLO–Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo menjamin pedagang kaki lima (PKL) Sunday Market Manahan akan direlokasi dalam satu lokasi. Setidaknya dibutuhkan lahan seluas 1 hektare untuk menampung ribuan pedagang pasar tumpah setiap Hari Minggu tersebut.

Saat ini, Wali Kota mengaku telah membidik satu lokasi yang akan digunakan untuk menampung PKL Sunday Market. Namun, Wali Kota masih merahasiakan lokasi tersebut.

“Masih rahasia [lokasinya]. Pokoknya nanti pedagang dipindah di satu tempat, tidak plencar sana sini,” kata Rudy, sapaan akrabnya ketika dijumpai wartawan di Balai Kota, Senin (18/4/2016).

Hal ini sekaligus sesuai dengan keinginan pedagang yang bersedia dipindah, jika dalam satu lokasi yang sama. Ke depan, Rudy menyampaikan PKL nanti sama seperti berjualan di Manahan. Mereka hanya akan diperbolehkan berjualan setiap Hari Minggu pukul 05.00 WIB- pukul 11.00 WIB. Rudy hanya meminta kepadara para PKL Sunday Market tak resah dengan rencana penataan Pemkot. Rudy mengaku hanya ingin mengembalikan kawasan Stadion Manahan untuk sarana kegiatan masyarakat berolahraga.

“Kami belum memikirkan lebih lanjut Manahan akan dijadikan apa. Namun yang penting bagaimana PKL dipindahkan dulu untuk mengembalikan fungsinya sebagai kawasan olahraga,” katanya.

Kepala Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Subagiyo masih menunggu instruksi Wali Kota terkait penataan PKL Sunday Market, termasuk lokasi untuk menampung PKL tersebut. Selama ini, Subagiyo mengatakan pengelolaan PKL Sunday Market berada di tangan UPTD Sarana Prasarana Olahraga Pemkot. UPTD tersebut berada langsung di bawah Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora).

“Jadi kami menunggu perintah dari Wali Kota. Kalau nanti diserahkan ke DPP [pemindahan PKL Sunday Market], maka kami harus siap,” katanya.

Subagiyo akan memetakan lokasi mana yang layak digunakan untuk menampung ribuan PKL Sunday Market. Setidaknya, Subagiyo memperkirakan dibutuhkan lahan seluas 1 hektare untuk menampung PKL plus parkir kendaraan. Estimasinya, Subagiyo menghitung satu petak lapak pedagang membutuhkan lahan empat meter, serta lahan parkir seluas 2.000 meter persegi.

“Jadi kami perkirakan butuh lahan 5.000 meter persegi hingga satu hektare. Nah lahan seluas itu yang harus dicari di Solo,” katanya.

Mantan Kepala Satpol PP ini menceritakan saat PKL Sunday Market ditertibkan diera pemerintahan Wali Kota Solo Joko Widodo pada 2006 lalu. Saat itu, Jokowi menertibkan 1.100 pedagang Sunday Market yang berjualan di pinggir jalan luar melingkari kompleks Stadion Manahan. Pedagang kemudian dimasukkan ke dalam kompleks Stadion Manahan. Subagiyo memperkirakan jumlah PKL Sunday Market bertambah, yang kini mencapai ribuan pedagang.

“Jadi saya tahu betul saat ditertibkan dulu. Dan sekarang sama, mereka akan ditata lagi,” katanya.

Subagiyo mewacanakan agar nantinya PKL Sunday Market dibuat sistem zonasi. Artinya pedagang berjualan sesuai jenis dagangannya, sehingga tertata rapi.

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…