Kawasan sesar opak di Dusun Kembangsongo, Trimulyo, Jetis, Bantul merupakan kawasan bersejarah yang tidak banyak diketahui oleh masyarakat dan hingga saat ini masih banyak oknum-oknum yang melakukan penambangan batu di kawasan tersebut. Foto diambil senin (11/4/2016). (Yudho Priambodo/JIBI/Harian Jogja) Kawasan sesar opak di Dusun Kembangsongo, Trimulyo, Jetis, Bantul merupakan kawasan bersejarah yang tidak banyak diketahui oleh masyarakat dan hingga saat ini masih banyak oknum-oknum yang melakukan penambangan batu di kawasan tersebut. Foto diambil senin (11/4/2016). (Yudho Priambodo/JIBI/Harian Jogja)
Senin, 18 April 2016 09:55 WIB Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

PERTANIAN BANTUL
Warga Pilih Pertanian & Pariwisata Daripada Tambang

Pertanian Bantul rasakan gangguan dari penambangan pasir.

Solopos.com, BANTUL- Dampak penambangan pasir di kawasan pantai selatan Bantul dirasakan sektor pertanian. Pemerintah desa menggencarkan pencegahan tambang merebak.

Namun, Pemerintah Desa (Pemdes) tidak dapat berbuat banyak mengatasi merebaknya tambang tersebut.

“Karena tambang ini sekarang jadi kewenangan DIY, kami pernah menegur tapi percuma tidak dihiraukan,” ujarĀ  Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan Desa Gadingsari, Sanden Suharjana, Minggu (17/4/2016)

Di Gadingsari, tercatat tiga lokasi tambang pasir, baik yang beroperasi di lahan bertatus hak milik maupun di area yang diklaim Kraton Jogja sebagai Sultan Groud (SG).

Pemerintah Desa menurutnya hanya dapat melakukan pencegahan. Pemdes Gadingsari dalam waktu dekat akan mengumpulkan seluruh warganya. Inti pertemuan itu untuk menyampaikan larangan membuka tambang baru di Gadingsari, kendati di lahan hak milik warga.

Terpisah, Ketua Kelompok Tani Dusun Patehan, Gadingsari, Sanden Sumartono membenarkan tergerusnya air di lahan pertanian warga akibat tambang pasir.

“Jelas dampak lingkungannya sudah terasa, airnya habis,” tutur dia.

Itu sebabnya, sebagian warga Gadingsari menolak keberadaan tambang. Pernah suatu kali, petambang hendak membuka lokasi baru di Dusun Patehan namun ditolak oleh warga. Masyarakat menurutnya memilih hidup dari sektor pertanian dan pariwisata ketimbang tambang.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Bantul Hermawan Setiaji menyatakan, lembaganya telah berkali-kali mensosialisasikan masalah tambang ke warga pesisir.

“Setiap ada pertemuan, pasti kami sampaikan agar tidak membuka tambang baru,” ujar Hermawan Setiaji.

lowongan pekrjaan
TENAGA ADM KONVEKSI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JL CPT Taft GT4x4’94,Body Kaleng,Ori,Asli KLATEN:081391294151 (A00593092017) “…
  • LOWONGAN CARI PTIMER 2-4 Jam/Hari Sbg Konsltn&SPV Bid.Kshtn All Bckgrnd Smua Jursn.Hub:0811.26…
  • RUMAH DIJUAL Jual TNH&BGN HM 200m2,LD:8m,Strategis,Makamhaji,H:08179455608 (A00280092017) RMH LT13…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Arsip dan Tertib Administrasi Desa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (15/9/2017). Esai ini karya Romi Febriyanto Saputro yang menjabat sebagai Kepala Seksi Pembinaan Arsip dan Perpustakaan Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sragen. Alamat e-mail penulis adalah romifebri@gmail.com. Solopos.com, SOLO–UU No. 43/2007 tentang Kearsipan…