Aksi warga saat menyegel sejumlah alat berat yang menambang bukit Wonolelo beberapa waktu lalu (JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto)
Senin, 18 April 2016 01:20 WIB Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

PERTANIAN BANTUL
Tambang Mulai Picu Masalah Air

Pertanian Bantul rasakan gangguan dari penambangan pasir.

Solopos.com, BANTUL– Lahan pertanian di sekitar lokasi penambangan pasir di kawasan pantai selatan Bantul kini mulai bermasalah dengan air. Pemerintah desa menggencarkan pencegahan tambang merebak.

Dampak lingkungan akibat aktivitas penambangan pasir di pesisir diungkapkan Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan Desa Gadingsari, Sanden Suharjana. Menurutnya, air di area pertanian tidak dapat bertahan lama merendam tanaman karena cenderung menuju ke dataran rendah.

“Area yang ditambang itu kan lebih rebih rendah dari pada lahan lainnya, jadi air yang ada di lahan habis karena tumpah ke lahan lebih rendah itu,” ungkap Suharjana, Minggu (17/4/2016). Padahal, kawasan pesisir termasuk wilayah yang tidak kaya akan air.

Sebagian besar petani mengandalkan air dari sumur bor karena irigasi tidak menjangkau seluruh wilayah pesisir. Keberadaan tambang praktis kian menambah beban petani yang selama ini harus merogoh biaya untuk memompa air guna mengaliri lahan.

lowongan pekerjaan
BPR SAMI MAKMUR, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…