Petani Desa Sidorejo, Wonoasri, Kabupaten Madiun, mengangkut gabah hasil panen dengan kereta sorong, Rabu (7/10/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Siswowidodo) Petani Desa Sidorejo, Wonoasri, Kabupaten Madiun, mengangkut gabah hasil panen dengan kereta sorong, Rabu (7/10/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Siswowidodo)
Senin, 18 April 2016 12:05 WIB JIBI/Solopos/Antara Madiun Share :

PENYERAPAN BERAS
Kodim Madiun Bujuk Petani Jual Beras ke Bulog

Penyerapan beras petani di Kabupaten Madiun oleh Bulog setempat diupayakan terus meningkat.

Solopos.com, MADIUN – Penyerapan beras petani oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) di Kabupaten Madiun terus meningkat dari sebelumnya rata-rata 90 ton menjadi 150 ton per hari, bahkan hingga tembus 300 ton.

Kodim 0803/Madiun secara intensif mendampingi Bulog setempat dalam proses penyerapan beras petani guna mendukung program swasembada pangan yang ditargetkan pemerintah.

Komandan Kodim 0803/Madiun, Letkol (Inf)Rachman Fikri, di Madiun, Minggu (17/4/2016), mengatakan pihaknya bekerja sama dengan petani mitra, Bulog, dan pemerintah daerah, akan terus berupaya semaksimal mungkin agar target yang dibebankan pemerintah dapat terwujud.

Ia menerangkan mengatakan target penyerapan beras petani oleh Bulog di wilayah Kota dan Kabupaten Madiun hingga 31 Mei 2016 mendatang sebanyak 13.922 ton dari 50.000 ton beras di seluruh wilayah Bulog Divre IV Madiun. “Dari target tersebut, jumlah serapan beras sejauh ini sudah mencapai 15 persen atau sekitar 3.000 ton,” ujar Rachman Fikri.

Ia optimistis dapat memenuhi target yang ditetapkan tersebut di sisa 50 hari ke depan hingga batas waktu akhir Mei mendatang.

Guna menggejot penyerapan gabah dan beras, kata Dandim, pihaknya akan mengoptimalkan fungsi para personel Babinsa untuk intensif melakukan pendampingan ke petani agar mereka bersedia menjual berasnya ke Bulog.

Ia meyakini dengan luasan lahan tanam padi di wilayahnya sekitar 37.000 hektare dan produksi padi mencapai 200.000 ton, petani bersedia menyisihkan sebanyak 13.922 ton atau sekitar 11 persennya untuk Bulog.

“Saya tekankan ke petani, toh yang 11 persen dijual ke Bulog itu nantinya akan digunakan untuk kemanusiaan, yakni membantu warga miskin [raskin], stok bencana alam, dan cadangan nasional guna menjaga harga beras tetap stabil,” kata dia.

Untuk diketahui, target serapan beras Bulog Sub Divre IV Madiun pada 2016 mencapai 60.000 ton setara beras. Penyerapan tersebut diperoleh dari wilayah kerjanya yang meliputi Kabupaten Madiun, Ngawi, dan Kota Madiun.

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…