Ilustrasi jenazah korban overdosis obat-obatan (JIBI/Solopos/Dok.) Ilustrasi jenazah. (JIBI/Solopos/Dok.)
Senin, 18 April 2016 05:40 WIB Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

PENEMUAN MAYAT
Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Piyungan

Saksi Tumiyem saat itu tengah mengambil air wudhu di samping rumahnya yang berdekatan dengan parit atau selokan.

 

 

Solopos.com, BANTUL- Mayat tanpa identitas ditemukan di Dusun Rejosari, Srimartani, Piyungan, Bantul dalam kondisi sudah membusuk.

Jasad yang menghebohkan warga Piyungan itu, kali pertama ditemukan Tumiyem, warga setempat Minggu (17/4/2016) sekitar pukul 12.30 WIB. Kepala Dusun Rejosari, Srimartani, Piyungan Didik Katoris mengungkapkan, saksi Tumiyem saat itu tengah mengambil air wudhu di samping rumahnya yang berdekatan dengan parit atau selokan.

Tiba-tiba tercium bau busuk yang menyengat dari arah selokan. Setelah ia mendekati arah bau, ternyata terlihat kaki manusia. “Pertama dia tidak yakin, lalu memanggil warga dan melapor ke saya,” ungkap Didik, Minggu.

Warga beramai-ramai menuju lokasi yang berada di RT 3 tersebut. Ternyata ditemukan jasad manusia yang sudah membusuk dan sebagian besar sudah tidak utuh lagi. “Bagian kepala sudah terbelah, lainnya sudah seperti tengkorak, hanya kaki bagian kanan yang masih utuh. Tapi masih ada baju tersisa warna kuning,” papar dia.

Warga bahkan tidak dapat mengenali apakah jasad tersebut laki-laki atau perempuan dan merupakan korban pembunuhan atau bukan. Korban diperkirakan sudah meninggal lebih dari lima hari. Warga dan polisi lalu menelusuri lokasi kejadian barangkali ada tanda atau jejak yang ditinggalkan korban.

Pada jarak sekitar 200 meter, warga menemukan celana warna hitam. Sedangkan bukti-bukti lain seperti senjata tajam tidak ditemukan. Jasad tak dikenal itu kini dikirim ke Rumah Sakit Umum Pusat Dr Sarjito.

Menurut Didik, tidak ada yang janggal di kampungnya meski kemudian ada jasad yang ditemukan. Selama ini tidak pernah terdengar ada warganya yang hilang. Hanya saja kata dia, di kampung sebelah yaitu Dusun Watukangsi yang masuk wilayah Prambanan, Sleman memang pernah terdengar ada warga yang hilang.

“Ceritanya itu ada salah satu warga perempuan yang mengalami gangguan jiwa. Sudah pergi dari rumah sejak 25 Maret lalu sampai sekarang tidak kembali,” tuturnya lagi. Namun baik warga maupun keluarga korban tidak yakin, mayat yang ditemukan tersebut merupakan jasad perempuan yang hilang tersebut. Sebab, keluarga perempuan yang hilang itu tidak mengenali pakaian yang masih melekat di tubuh jasad tersebut.

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…